TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 2,6 mengguncang wilayah barat laut Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (9/7/2026) pukul 16.37 WIB.
Berdasarkan informasi awal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi di koordinat 9,52 Lintang Selatan dan 123,13 Bujur Timur, atau sekitar 98 kilometer barat laut Kabupaten Kupang, NTT, dengan kedalaman 13 kilometer.
BMKG menyampaikan informasi tersebut merupakan hasil analisis awal yang mengutamakan kecepatan sehingga parameter gempa masih dapat berubah seiring bertambahnya data yang masuk.
Baca juga: PLN UID Suluttenggo temui Kajati Gorontalo, perkuat sinergi hukum proyek listrik Pulau Dudepo.
Secara geologis, wilayah Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas seismik yang tinggi.
Daerah ini berada di jalur pertemuan Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia (Sunda), serta dipengaruhi sejumlah sesar aktif di kawasan Flores dan Timor yang kerap memicu aktivitas gempa bumi.
Gempa kali ini tergolong gempa dangkal karena terjadi pada kedalaman 13 kilometer.
Gempa dangkal umumnya lebih mudah dirasakan di sekitar pusat gempa dibandingkan gempa berkedalaman besar.
Namun, dengan magnitudo 2,6, potensi dampaknya relatif kecil dan umumnya tidak menyebabkan kerusakan.
Baca juga: KPK Ungkap Dugaan Isi Amplop yang Dikembalikan Menhut Raja Juli, Ternyata Berisi Segini
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Masyarakat diminta memperoleh informasi perkembangan gempa bumi hanya melalui kanal resmi BMKG.
Sebagai langkah mitigasi, masyarakat diimbau memahami prosedur keselamatan saat gempa, seperti berlindung di bawah meja atau struktur yang kokoh, menjauhi kaca dan benda yang mudah roboh, serta menuju area terbuka setelah guncangan berhenti.
Menyiapkan tas siaga berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, makanan, dan air minum juga dianjurkan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Masyarakat diharapkan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan terus memantau informasi resmi BMKG apabila terdapat pembaruan data maupun aktivitas gempa susulan.(*)