TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Para penjual seragam sekolah di Jalan Basuki Rahmat Kabupaten Tulungagung mengaku, penjualan menjelang tahun ajaran baru justru menurun.
Penurunan ini bisa mencapai 30-40 persen dari penjualan menjelang ajaran baru tahun 2025 kemarin.
Mereka menduga, pihak sekolah mengarahkan pembelian seragam ke toko tertentu.
"Pihak sekolah memang tidak menjual seragam, tapi informasi yang kami dapatkan, diarahkan ke toko tertentu. Alasannya agar warnanya sama," jelas Mohammad Fahrudin, pemilik toko seragam Lancar Jaya, saat ditemui Kamis (9/7/2026).
Baca juga: Kondisi Truk Merah Ringsek Usai Terserempet KA Logawa di Bagor Nganjuk, Petugas Evakuasi Korban
Pembelian paling banyak seragam SD, volume penjualan masih normal, seperti tahun sebelumnya.
Namun untuk tingkat SMP dan SMA/SMK, pembelian seragam untuk siswa baru sangat terbatas.
Kondisi serupa dialami deretan toko seragam yang berjajar di Jalan Basuki Rahmat Tulungagung.
"Untuk menarik pelanggan, setiap pembelian 4 setel seragam kami beri voucher umroh senilai Rp 1 juta. Alhamdulillah, kemarin laku sampai 100 setel," ungkap Rudi, panggilan akrab Fahrudin.
Yang membuat Rudi penasaran, kemana sekolah-sekolah ini mengarahkan pembelian seragam.
Sebab menurutnya, dari jaringan penjual seragam tidak ada yang merasa menerima pesanan dari sekolah.
"Khawatirnya memang ada kerja sama dengan toko tertentu. Jadi penjual seragam yang lain tidak dapat bagian," katanya.
Harga Seragam
Harga seragam tahun ini naik rata-rata Rp 5.000 per setel, menyesuaikan harga bahan.
Untuk 1 setel seragam SD pendek, harganya Rp 130.000, sedangkan yang panjang Rp 160.000, dan pramuka Rp 180.000.
Untuk 1 setel seragam SMP harganya Rp 170.000, sedangkan pramuka Rp 190.000 karena banyak sakunya.
"Untuk seragam SMA dan SMK harganya per setel sama seperti seragam SMP. Pramuka lebih mahal karena banyak saku dan aksesori," ucap Rudi.
Diakui Rudi, saat ini salah satu saingan yang ikut menggerus penjualan adalah toko online.
Namun dia masih yakin, penjualan offline memberikan keuntungan para pelanggan, karena bisa memastikan ukuran dan kualitas barang.
Salah satu pembeli, Risma dari Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, mengaku memilih datang ke toko langsung dengan alasan masih terjangkau dari rumah.
Baca juga: Sidak Truk ODOL di Kediri, 553 Kendaraan Diperiksa, 9 Langsung Ditilang Dishub
Selain itu datang ke toko membuatnya bisa memilih barang yang akan dibeli.
"Jadi kita tidak hanya memilih berdasarkan gambar, tapi bisa tahu barangnya langsung," ucapnya.
Selain itu, meski saat ini marak toko online, toko seragam di Jalan Basuki Rahmat juga masih kompetitif.
Selain kualitasnya bisa diadu, harganya juga sesuai dengan kualitas barang.
"Sangat kompetitif, apalagi di sini ramai terus, berarti memang bagus," katanya.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)