Respons Kematian Ikan di Sungai Arfat dan Malimali Kabupaten Banjar, DPRKPLH Turun Ambil Sampel Air
Hari Widodo July 09, 2026 06:47 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID MARTAPURA - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH)  turun desa Sungai Arfat dan Malimali Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selayan menyusul kematian ikan yang terjadi di sepanjang aliran Sungai Riam Kanan di kedua desa tersebut.

Tim DPRKPLH turun ke lokasi untuk mengambil sampel air yang akan diuji di laboratorium guna mengetahui kondisi kualitas air dan penyebab pasti kematian ikan.

Pelaksana Tugas Kepala DPRKPLH Banjar, Sutiyono, Kamis (9/7/2026), mengatakan hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam dua hari. 

Hingga kini, pemerintah belum dapat menyimpulkan penyebab utama kematian ikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan.

Baca juga: Ikan Mati Massal di Mali-Mali dan Sungai Arfat Dipicu Rendahnya Oksigen, Ini Penjelasan DKPP Banjar

Baca juga: Ikan Keramba di Malimali dan Sungaiarfat Mati Massal, Rofii Hamdi Rugi Hingga Rp 200 Juta

Sementara itu, dampak pencemaran mulai dirasakan warga. Air sungai yang biasanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari kini mengeluarkan bau menyengat akibat banyaknya bangkai ikan, sehingga tidak lagi layak digunakan.

Warga Desa Pingaran Ulu kini mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah dan relawan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Relawan BPK Panghid bersama Buser 690 turut mendistribusikan sekitar 5.000 liter air bersih kepada warga terdampak dan menyatakan siap membantu selama kebutuhan masyarakat masih ada.

Pemerintah berharap hasil uji laboratorium dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.