Aktivitas Erlan Terduga Pembunuh Pejabat Bangkalan: Asyik Main Billiard dan OTW Bali Sebelum Beraksi
Sarah Elnyora Rumaropen July 09, 2026 07:00 PM

SURYAMALANG.COM, BANGKALAN - Penyelidikan kasus pembunuhan Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan kini mendapatkan petunjuk baru. 

Sebuah rekaman video berdurasi 40 detik yang memperlihatkan aktivitas santai sosok terduga pelaku, Erlan (54), kini beredar luas di tengah masyarakat.

Dalam video tersebut, pria yang diduga melakukan praktik love scamming ini terlihat menikmati perjalanan menuju Bali hingga asyik bermain billiard.

Aktivitas Erlan Terduga Pembunuh

Sebelumnya, jasad Ruly ditemukan di dalam mobil dinasnya, Toyota Innova pelat merah M 1090 GP di area parkir Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur pada Rabu (24/6/2026) pukul 11.30 WIB.

Sederet informasi dan petunjuk dalam 15 hari terakhir belum mampu membuka ruang bagi pihak kepolisian untuk menangkap sosok pria terduga kuat pelaku pembunuhan, Erlan.

Lambannya pengungkapan kasus kematian Ruly yang ditangani Polresta Sidoarjo dan Polda Jatim ini menjadi sorotan tajam pihak keluarga almarhumah. 

Baca juga: Eks TPA Lowokdoro Malang Masih Jadi Tempat Pemulung, Warga Sambat Adanya Aktivitas Pembuangan Sampah

Kuasa Hukum keluarga almarhumah, Risang Bima Wijaya menegaskan seluruh identitas Erlan sebenarnya sudah sangat jelas.

Mulai dari data kependudukan, Nomor Induk Kependudukan (NIK), tempat lahir, rekam jejak tinggal di Dampit, Kabupaten Malang sampai tahun 2021, hingga alamat lain di Komplek Komando Wilayah Pertahanan (Kowilhan) III Mannuruki, Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

"Erlan pecundangi polisi. Keberadaannya sempat terdeteksi di daerah Barat Pulau Jawa, tetapi sekarang tidak terdeteksi lagi, ini gelap lagi. Ini membuktikan lemahnya koordinasi lintas institusi Polri, seharusnya Polda Jatim ada koordinasi cepat dengan kepolisian lain yang ada di sekitar titik persembunyian Erlan," tegas Risang kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (9/7/2026).

"Nomor paspornya dan kontak personnya pun sudah diketahui, tapi Erlan berhasil mempecundagi polisi. Polisi kejar ke Timur, Erlan ada di Barat. Harusnya kalau memang ada beberapa tim yang dibagi untuk berburu dan koordinasinya baik, di mana pun dia berada pasti tertangkap," jelas Risang.

Sosok pria terduga kuat pelaku pembunuhan ini juga diposting oleh Risang melalui akun Facebook (FB) pribadinya pada Selasa (7/7/2026) malam dengan narasi berikut:

'Terduga PELAKU PEMBUNUHAN (foto yang ada di KTP)'. Di sana tertulis data lengkap: Nama; Erlan, lahir; Pare-pare, 2 Maret 1972, alamat; Komp Kowilhan 3 Mannuruki, Tamalate, Kota Makassar, pekerjaan; wiraswasta, status; duda cerai, NIK; 7371100203720009. Sebagai penutup, Risang menambahkan beberapa tagar: @sorotan; #kowilhan, #makassar, #bangkalan, #poldajatim'.

Video 40 Detik Plesiran ke Bali

Di tengah sorotan publik atas lambannya kasus ini, beredar sebuah video berdurasi 40 detik tentang sosok Erlan saat berada di dalam sebuah mobil.

Dalam video tersebut, pria yang diduga melakukan praktik love scamming ini terlihat menikmati perjalanan menuju Bali hingga asyik bermain billiard.

Erlan yang mengenakan kacamata minus tampak menikmati perjalanan tol dengan ditemani dua orang pria; satu orang sopir dan seorang pria lainnya yang mengabadikan momen perjalanan itu dari kursi penumpang depan sisi kiri melalui kamera video ponsel.

Erlan duduk di jok tengah penumpang seorang diri, mengenakan kaos lengan pendek berwarna biru kombinasi garis tipis berwarna merah-putih yang melintang pada bagian dada.

Baca juga: Kematian ASN di Parkiran Bandara Juanda Belum Terkuak, Pemkab Bangkalan Berharap Kasus Segera Tuntas

Video itu terdiri dari tiga bagian berbeda; perjalanan dalam mobil, di sebuah kamar, dan bermain billiard.

Ketika berada dalam mobil, pria perekam video dari jok depan penumpang menjelaskan agenda mereka. 

"Alhamdulillah bapak, Alvin Mas'ud saya bersama Mas Wahyu, Mas Erlan guru saya ini, kami otewe Bali, nanti pulang dari Bali singgah ke pujaan hati di Malang" ucapnya. 

Potongan video bagian kedua disebutkan, 'Aku sama pak bos sedang....' yang kemudian dilanjutkan dengan potongan video ketiga menyuguhkan momen ketika Erlan tampak lihai melakukan break shot di meja billiard.

Dikonfirmasi tentang beredarnya video tersebut, Risang Bima Wijaya mengungkapkan tidak mengetahui secara pasti apakah video itu direkam sebelum atau sesudah perkara kematian Ruly yang hingga hari ke-15 masih buram tanpa pelaku.

"Bahkan informasi waktu dia (Erlan) di Bali saya dapat, hotel apa saya tahu, seperti yang ada di video itu, tapi tidak terkonfirmasi kapan video itu diambil," ungkap Risang, Kamis (9/7/2026).

"Tapi saya meyakini viedo (40 detik) yang ke Bali itu beberapa waktu sebelum peristiwa dengan almarhumah Ruly," ujar Risang.

"Sumber awal video (40) detik itu muncul tidak ada yang tahu, bisa saja muncul dari korban lain karena banyak korban love scamming seperti Ruly, tetapi tidak sampai terbunuh" lanjutnya. 

"Selain spesialis love scamming, juga penipuan investasi dan proyek. Korbannya sudah belasan orang, hanya korban tidak terbunuh seperti Ruly," papar Risang.

Kemiripan Kaos dalam Video TikTok dan Rekaman CCTV Juanda

Kemiripan visual menjadi petunjuk krusial dalam perkara ini.

Erlan dalam video 40 detik ke Bali tersebut kedapatan mengenakan kaos yang serupa dengan kaos di dalam video 33 detik mengenai kolase foto-foto kebersamaannya dengan Ruly di Alun-alun Kota Batu, Kabupaten Malang.

Video kolase dari akun TikTok korban itu diunggah almarhumah pada Jumat (19/6/2026) siang, dan mulai beredar luas di publik pada Minggu (28/6/2026) sore.

Pernyataan Risang itu turut membandingkan foto KTP pelaku dengan video kolase kebersamaan almarhumah Ruly dengan terduga Erlan saat di Alun-alun Kota Batu tersebut.

Petunjuk ini klop dengan kronologi kepergian korban. Almarhumah Ruly awalnya meninggalkan rumahnya di Perum Lavender, Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan pada Kamis (18/6/2026) pukul 10.00 WIB.

Baca juga: Pejabat Bangkalan Ruly Yunis Diduga Dianiaya Sebelum Tewas di Juanda, Dokter: Ada Tanda Mati Lemas

Melalui sambungan video call dan share lokasi kepada keluarganya, almarhumah sempat diketahui berada di sebuah toko buah di Pujon, Malang, pada Jumat (19/6/2026) malam.

Keesokan harinya, Sabtu (20/6/2026) siang, ponsel korban Ruly sudah tidak aktif.

Di hari yang sama, mobil dinasnya terekam CCTV loket masuk parkir Bandara Internasional Juanda pada pukul 16.00 WIB.

Lima hari berselang, yakni Rabu (24/6/2026), jasad Ruly ditemukan di dalam mobil tersebut. Jenazahnya kemudian dikebumikan di makam umum Kelurahan Mlajah, Kota Bangkalan, pada Kamis (25/6/2026) pukul 08.00 WIB.

Menariknya, foto hasil tangkapan layar rekaman CCTV di area Bandara Internasional Juanda memperlihatkan sosok pria yang keluar dari mobil dinas korban dengan ciri-ciri mengenakan masker warna putih, berkacamata minus, rambut rapi tepi kanan-kiri, serta memakai kaos warna biru dengan garis tipis warna merah-putih melintang di bagian dada.

Ciri-ciri pria dalam rekaman CCTV bandara tersebut identik dengan sosok pria dalam video kolase TikTok kebersamaan Ruly bersama terduga Erlan.

Misteri Motif Pembunuhan 

Teka-teki penyebab kematian korban juga terjawab melalui jalur medis. 

Dalam berkas hasil autopsi jasad Ruly dari RS Pusdik Bhayangkara Porong yang diterima oleh Risang Bima Wijaya menyebutkan, ditemukan luka robek pada area cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul.

Ditemukan pula pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata, serta kebiruan di selaput lendir bibir bagian atas maupun bawah yang lazim pada kematian yang dipicu mati lemas.

Ada juga tanda merah kehitaman pada pemeriksaan lidah, epiglotis, dan saluran napas utama yang lazim ditemukan pada kasus mati lemas atau karena asfiksia. Diperkirakan, Ruly meninggal lebih dari 2x24 jam atau hingga tiga hari berdasarkan pemeriksaan bagian dalam.

Di area dinding lambung teridentifikasi berwarna merah kehitaman dan ditemukan tanda pembusukan pada seluruh organ tubuh. Selain itu, hasil uji kosmalin tes pada otot tangan kanan tampak berwarna merah pucat.

"Dugaan kuat motif awal yakni menguasai harta korban, namun kenapa dibunuh? apakah Ruly melawan atau teriak sehinga dibunuh agar tidak ketahun?," tutur Risang.

Kepastian atas motif asli pelaku menghabisi nyawa Ruly, lanjut Risang, baru akan benar-benar terungkap ketika pihak kepolisian dalam hal ini Polres Sidoarjo dan Jatanras Polda Jatim berhasil menangkap Erlan.

"Apakah ini pembunuhan berencana atau pembunuhan yang dilakukan secara spontan? ada peristiwa apa sehingga Ruly harus dibunuh? apakah Ruly melawan atau teriak sehingga dibunuh agar tidak ketahun? sementara korban-korban yang lain tidak dibunuh," tegas Risang.

Di tengah bayang-bayang ketidakpastian itu, pihak keluarga almarhumah disebut Risang saat ini diselimuti beragam spekulasi yang berkembang dan tidak jelas di kalangan masyarakat. Namun dugaan sementara, jasad Ruly sengaja dibuang di bandara dan ponselnya dimatikan untuk menghilangkan jejak.

"Di situlah kenapa keluarga korban mendesak lekas terungkap, karena muncul beragam spekulasi yang tidak jelas dari masyarakat. Baik dan buruknya akan diterima keluarga, dan itu bisa jelas dengan tertangkapnya Erlan," pungkas Risang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.