Saksi Lihat Dokumen atas nama Febri dan Rifaldi, saat Penggeledahan Kafe de'Clan
Noval Andriansyah July 09, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Saksi mata berinisial F yang mendampingi jalannya penggeledahan di kafe de'Clan Signature, Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, membeberkan temuan dokumen penting oleh penyidik Polri.

Baca juga: Saksi Lihat 2 Petugas Berdebat Sebelum Penggeledahan Kafe deClan, "Gak Tau Ada Apa"

Di dalam ruang kantor manajemen yang digeledah, F melihat berkas administrasi yang memuat nama-nama pemilik kafe, di antaranya atas nama Febri dan Rifaldi.

Temuan tersebut didapatkan saat puluhan anggota reserse kepolisian menggeledah lantai dua bangunan restoran pada Rabu (8/7/2026). Area tersebut merupakan wilayah steril berlabel "Area Khusus Staf" yang tidak bisa diakses sembarang pengunjung umum.

"Itu di dalam ruangan kantor gitu, ruangan bosnya. Dari dokumen yang diperiksa petugas, ada tiga nama pemilik kafe. Yang saya ingat itu tertulis nama Febri sama Rifaldi, gitu kalau tidak salah ya," ungkap F saat memberikan kesaksian kepada wartawan di dekat lokasi kejadian, Kamis (9/7/2026), dilansir kompas.com.

F menjelaskan, polisi setidaknya menggeledah tiga ruangan kerja di lantai dua yang memiliki denah berbentuk huruf 'L'.

Di dalam klaster ruangan staf itulah penyidik memusatkan pencarian hingga akhirnya berhasil membongkar brankas rahasia berlapis di balik lemari pajangan yang berisi tumpukan uang tunai senilai Rp60 miliar.

Lihat Petugas Berdebat

F menjelaskan, pada Rabu siang dirinya mendapat telepon dan diminta datang ke de'Clan Signature untuk ikut mendampingi penggeledahan.

"Posisi saya lagi kerja itu di Jalan Gatot Subroto (Jakarta Pusat), ditelepon suruh dampingin. Langsung buru-buru ke Cafe de’Clan. Saya enggak tahu masalah itu ada apa, tiba-tiba langsung geledah saja," ungkap F saat ditemui wartawan tak jauh dari lokasi kafe, Kamis (9/7/2026).8

Setibanya di lokasi pukul 11.30 WIB, F mengaku sempat menyaksikan adanya perdebatan antara seorang petugas kejaksaan dan personel reserse kepolisian sebelum pasukan Brimob bersenjata tiba di lokasi.

"Ada orang Kejaksaan datang ke situ, belum ada wartawan sama Brimob. Cuma ada Reserse. Saya lihat sempat debat di situ, sebelum digeledah. Tapi saya enggak tahu ada apa. Terus saya merokok keluar, terus ada Brimob. Pas masuk lagi, orang Kejaksaan sudah enggak ada," jelas F.

Beroperasi Lebih dari 10 Tahun

Menurut F, de'Clan Signature di Cipete sudah beroperasi cukup lama, yakni lebih dari sepuluh tahun.

Ia berujar, restoran itu awalnya berupa bangunan kecil satu lantai, kemudian sempat direnovasi menjadi dua lantai dan turut mengubah arsitektur bangunannya.

Di dalam area restoran, desain ruangannya sama seperti tempat makan pada umumnya.

"Ramai sih (kafenya), mobil-mobil tuh," ujar dia.

Namun, di lantai dua terdapat area tertutup yang hanya bisa diakses oleh manajemen dan staf kafe.

"Biasa saja, kayak kafe-kafe gitu. Cuma di ruangan (yang digeledah), pintunya ada tulisan 'Area Khusus Staf'. Jadi (bentuk ruangannya) letter L, ke kanan langsung kantor, sebelah kiri tuh area tempat makan pelanggan. Tulisannya khusus staf," tutur F.

Brankas Berlapis di Balik Lemari

Saat penggeledahan, F menyebut penyidik mencoba mencari ruangan rahasia, yang kemudian ditemukan di balik lemari.

"Di ruangan pintu kedua pokoknya. Di belakang buffet (lemari). Jadi buffet-nya dibuka, ada pintu lagi. Nah, itu dibongkar. Kondisi brankas diumpetin," kata dia.

Sistem pengamanannya pun disebut dirancang dengan sangat ketat dengan adanya sebuah brankas kecil di dalam brankas lainnya.

Kepolisian bahkan sampai harus mendatangkan ahli kunci untuk membongkar paksa kedua brankas tersebut.

"Dibongkar, bukan dibuka pakai kunci. Jadi polisi sudah bawa tukang buat bongkar brankas," lanjutnya.

Saat dibongkar, terungkap bahwa brankas tersebut memiliki sistem keamanan berlapis.

Di dalam kotak besi utama yang berukuran besar, masih terdapat brankas kecil lainnya yang dijadikan tempat penyimpanan uang.

"Di dalam brankas ada brankas lagi. Dua brankas kecil. Jadi brankas gede, di dalamnya brankas kecil. Ada dua, keamanannya ganda," ungkapnya.

Setelahnya, isi dari brankas rahasia itu kemudian langsung dihitung dan dibawa oleh penyidik menggunakan sebuah koper.

"Brankas sama duit dibawa. Duit ada di koper, ada pecahan dolar sama rupiah. Jumlahnya enggak tahu saya. Ada barang-barang lagi juga yang lain, kayaknya emas. Alat kafe ditinggal, cuma yang di lantai dua doang yang dibawa," jelas F.

Penggeledahan dan pembongkaran itu pun dilanjutkan hingga memakan waktu sekitar 12 jam dan baru berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.

Sempat Ikut ke Polda Metro Jaya

Setelah penggeledahan selesai, F sempat dibawa untuk ikut ke Mapolda Metro Jaya sebagai saksi pemeriksaan administrasi barang bukti.

"Enggak di-BAP, cuma buat saksi. Kan awalnya disuruh ikut ke Polda nanti menyaksikan ini di Polda, pembukaan. Sampai sana saya nunggu di lobi. Duduk di situ. Sampai jam 7 pagi (baru) dipanggil untuk tanda tangan," kata F menutup ceritanya.

Ia mengaku suasana di Polda Metro Jaya pada dini hari itu cukup tegang karena banyak personel bersenjata yang berjaga.

Menurut F, sekitar pukul 04.00 WIB, area lobi dipenuhi aparat yang bersiaga sambil membawa senjata api.

"Jam 4 subuh di polda dari dalam lobi banyak juga bawa tembakan (senjata). Di dalam lobi sudah siap. Ramai lagi jam subuh ada," tutur F.

Sebagai warga, F berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus tersebut secara tuntas dan memberikan sanksi tegas apabila terbukti berkaitan dengan tindak pidana korupsi.

Penggeledahan tersebut terkait kasus dugaan korupsi batu bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel.

Kepala Kortas Tipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto merinci 3.130.000 dollar Singapura, 889.965 dollar Amerika Serikat, dan Rp 259.159.000 ditemukan dalam brankas di restoran.

“Kemudian kita konversi dalam bentuk rupiah kira-kira hampir Rp 60 miliar di restoran de Clan,” kata Totok saat ditemui usai penggeledahan di lokasi, Rabu malam.

Sedangkan di money changer, polisi turut menyita 16 mata uang asing senilai Rp 7,2 miliar, dengan 71 barang bukti lainnya. Uang-uang tersebut disimpan dalam koper sudah dibawa ke Polda Metro Jaya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.