Cerita Warga Berburu Emas di Pasar Raya Padang, Kaget Pas Sampai Toko Ternyata Lebih Murah
Rahmadi July 09, 2026 07:01 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Momentum penurunan harga emas dalam beberapa hari terakhir langsung dimanfaatkan oleh masyarakat di Kota Padang, Sumatera Barat.

Warga berbondong-bondong mendatangi pusat pertokoan untuk berburu perhiasan sebelum harganya kembali melonjak.

Pemandangan sibuk terlihat di Toko Emas H. Damrah kawasan Pasar Raya Padang, Kamis (9/7/2026). Sejak toko buka pada pagi hari, arus kedatangan konsumen didominasi kaum hawa terus mengalir memanfaatkan momen harga emas turun di Padang.

Aktivitas jual beli di toko tersebut tampak jauh lebih ramai dibandingkan hari-hari biasanya. Beberapa pembeli terlihat berdiri mengelilingi etalase kaca, bergantian meminta pegawai toko untuk mengeluarkan berbagai model perhiasan yang menarik perhatian mereka.

Suasana di dalam toko dipenuhi dengan kesibukan para konsumen yang sedang sibuk memilih. Ada pembeli yang mencoba langsung cincin di jari mereka, dan ada pula yang terlihat serius membandingkan model serta ukuran sebelum akhirnya mantap menjatuhkan pilihan untuk membeli.

Berdasarkan pengakuan sejumlah warga yang datang, mereka sengaja meluangkan waktu khusus setelah mendengar informasi bahwa harga emas sedang merosot.

Momentum ini dinilai sebagai waktu terbaik untuk mendapatkan barang impian dengan anggaran yang lebih hemat.

Baca juga: Bupati Dharmasraya Temui Mentan Amran Sulaiman, Jemput Bantuan Alsintan hingga Program Lahan Jagung

Datang Setelah Dengar Harga Emas Turun

Salah seorang pembeli, Yulia (39), mengaku langsung tancap gas mendatangi toko emas begitu membaca kabar penurunan harga tersebut. Perempuan yang berprofesi sebagai Make Up Artist (MUA) ini tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB dengan niat awal yang menggebu-gebu.

Uniknya, Yulia sempat mengira harga emas yang berlaku hari ini masih sama dengan informasi penurunan yang ia terima beberapa waktu lalu. Namun, betapa terkejut dan senangnya ia ketika mendapati bahwa harga mas murni di toko tersebut ternyata sudah turun lebih dalam lagi.

Kesempatan emas ini jelas tidak disia-siakan oleh Yulia. Tanpa berpikir panjang, ia langsung memanfaatkannya untuk membeli sepasang cincin kawin untuk sang adik.

“Saya langsung datang begitu dapat informasi kalau harga emas sedang turun. Makanya saya buru-buru ke sini karena takut nanti besok-besok harganya malah naik lagi,” ujar Yulia penuh semangat saat berbincang dengan TribunPadang.com di lokasi.

Bagi perempuan berusia 39 tahun ini, membeli emas sudah menjadi sebuah kebiasaan atau tradisi pribadi setiap kali dirinya mendapatkan rezeki lebih dari hasil kerjanya sebagai MUA. Ia memandang emas dengan cara yang sangat fungsional dan tak sekadar pemanis penampilan.

Baca juga: Cerita Pemotor Berhenti di Warung saat Macet Sitinjau Lauik Padang, Takut Truk Tiba-tiba Rem Blong

Yulia menganggap emas bukan hanya sebatas perhiasan untuk menunjang gaya hidup perempuan, melainkan alat proteksi nilai uang. Menurutnya, menyimpan aset dalam bentuk emas jauh lebih aman untuk mengamankan kebutuhan hidupnya dan keluarga di masa yang akan datang.

Ia menjelaskan bahwa dibandingkan menyimpan uang tunai di bank atau di rumah, ia jauh lebih memilih mengalokasikannya ke emas. Hal ini karena nilai emas dinilai sangat stabil dan memiliki kecenderungan kuat untuk terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Kalau ada uang dingin atau rezeki lebih, saya pasti langsung belikan emas. Ini cara paling pas buat saya untuk investasi sekaligus menabung agar uangnya tidak habis begitu saja,” kata Yulia sembari matanya tetap jeli melihat-lihat koleksi lain yang terpajang rapi.

Yulia mengaku sangat optimistis bahwa emas akan tetap menjadi instrumen investasi yang paling menjanjikan dan aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Oleh karena itu, ia sengaja memanfaatkan momentum koreksi harga ini untuk terus menambah pundi-pundi koleksinya.

Tak Ingin Kehilangan Momentum Harga Murah

Cerita yang senada juga datang dari Ilma (31), seorang guru yang juga terlihat sedang sibuk bertransaksi di toko yang sama. Langkah kaki Ilma untuk datang ke Pasar Raya Padang dipicu oleh rasa khawatir kehilangan momentum harga murah.

Ilma mengaku sempat memantau pergerakan harga melalui informasi digital sebelum memutuskan keluar rumah. Kabar penurunan harga tersebut langsung membulatkan tekadnya untuk segera melakukan pembelian cincin tanpa menunda-nunda lagi.

Baca juga: Minibus Tak Kuat Menanjak, Penumpang Jalan Kaki akibat Macet Sitinjau Lauik Padang

Rasa khawatir bahwa harga akan kembali rebound atau naik dalam waktu dekat sempat menghantui pikirannya. Namun, setibanya di Toko Emas H. Damrah, kekhawatiran itu berubah menjadi kegembiraan karena harga realita di lapangan justru lebih rendah dari estimasi awalnya.

“Saya memang sengaja pantau informasinya, pas tahu turun ya langsung ke sini. Eh ternyata pas sampai di dalam toko, harganya malah jauh lebih turun lagi dari perkiraan saya di rumah,” ungkap Ilma sembari tersenyum lega.

Bagi keluarga Ilma, menyisihkan pendapatan untuk ditukar dengan emas telah menjadi bagian wajib dari perencanaan keuangan jangka panjang mereka. Ia selalu berusaha mengalihkan uang tunai menjadi logam mulia agar tidak habis untuk keperluan konsumtif.

“Kalau ada rezeki, pos anggarannya memang sengaja dilarikan ke emas untuk investasi jangka panjang keluarga. Saya bertekad beli selagi uangnya ada, sebab kalau uang tunai pegang di tangan, bawaannya pasti boros,” tuturnya sambil menunjuk ke arah emas batangan.

Ilma percaya betul bahwa nilai emas akan selalu beriringan dengan dinamika perkembangan ekonomi global. Keyakinan inilah yang membuatnya percaya diri bahwa emas cetakan maupun perhiasan memiliki prospek cerah sebagai penyelamat aset masa depan.

Baca juga: Truk Rusak Sumbat Jalan Sitinjau Lauik, Arus Lalu Lintas Padang-Solok Lumpuh Total Siang Ini

Cincin Jadi Perhiasan Paling Banyak Diburu

Sementara itu, fenomena serbuan pembeli ini dibenarkan oleh Kamil, salah seorang karyawan Toko Emas H. Damrah. Ia membeberkan bahwa harga emas perhiasan saat ini berada di kisaran Rp2.240.000 per gram, sementara untuk takaran satu emas perhiasan dibanderol sekitar Rp5.600.000.

Menurut pantauan Kamil, tren penurunan harga ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak sekitar sepuluh hari terakhir. Penurunan yang terjadi secara berkala inilah yang menjadi pemicu utama melonjaknya gairah masyarakat untuk kembali memborong emas.

Dari sekian banyak jenis perhiasan yang dipajang di etalase, Kamil mengungkapkan bahwa cincin menjadi produk yang paling laris manis diburu konsumen. “Untuk saat ini, model yang paling banyak dicari dan dibeli oleh para pelanggan adalah cincin,” pungkas Kamil. (MG/Aulia Ranti Putri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.