Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Teriknya cuaca Kota Maumere yang dikenal panas hampir sepanjang tahun menjadi berkah bagi Putri Enjelina Riwu Tude. Perempuan yang akrab disapa Enjel itu memanfaatkan kondisi tersebut dengan membuka usaha minuman segar.
Dari lapak sederhana bermodal Rp1 juta, ia mampu membiayai kuliahnya hingga meraih gelar Sarjana Manajemen.
Lapak yang berada di depan Swalayan Roxy, Jalan Don Thomas, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, itu menjual es buah, es pisang hijau, dan bubur kacang hijau. Seluruh menu dibanderol Rp5.000 per gelas sehingga terjangkau bagi berbagai kalangan.
Saat ditemui TribunFlores.com, Kamis (9/7/2026), Enjel mengaku usaha tersebut telah menjadi sumber penghasilan yang membantunya menyelesaikan pendidikan di Universitas Nusa Nipa Maumere.
"Usaha ini yang membantu saya membiayai kuliah sampai selesai," ujarnya.
Baca juga: Bulog NTT Tuntaskan Penyaluran Bantuan Pangan Februari-Maret 2026, Capai 100 Persen
Menurut Enjel, lapak tersebut pada awalnya dikelola oleh sang nenek. Sejak memasuki semester lima, ia mulai mengambil alih usaha itu dan menjalankannya secara mandiri.
Meski sempat dihadapkan pada kenaikan harga bahan baku dan melemahnya daya beli masyarakat, Enjel memilih tetap mempertahankan usahanya.
Es buah menjadi menu favorit pelanggan. Dalam kondisi normal, ia mampu menjual sekitar 80 gelas per hari. Saat ramai, penjualannya bisa mencapai 100 gelas.
"Yang paling banyak diminati adalah es buah. Dalam satu hari bisa sampai 80 cup. Kalau ramai sekali bisa 100 cup. Untuk es pisang hijau sekitar 20 cup, begitu juga bubur kacang hijau sekitar 20 cup dalam sehari," katanya.
Baca juga: BMKG: Suhu Udara Sejumlah Wilayah di NTT Terpantau Rendah saat Malam hingga Dini Hari
Ia mengaku pernah menaikkan harga jual menjadi Rp6.000 per gelas ketika harga bahan baku meningkat. Namun, karena jumlah pembeli menurun, harga kembali diturunkan menjadi Rp 5.000.
"Sempat naik jadi Rp 6.000, tetapi pembeli berkurang. Akhirnya saya turunkan lagi menjadi Rp 5.000," ujarnya.
Saat ini, harga sirup sebagai salah satu bahan baku utama mencapai Rp 25.000 per botol. Sementara itu, harga buah pepaya sekitar Rp 30.000.
Pantauan TribunFlores.com, lapak Enjel hampir setiap hari ramai dikunjungi pelanggan. Pembelinya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pejalan kaki, pengemudi ojek, pelajar, mahasiswa, hingga sopir bus dan penumpang yang singgah di kawasan Swalayan Roxy.