Fakta Perkelahian Maut Pemuda di Bengkulu Selatan, Dipicu Knalpot Bising hingga Penusukan
Hendrik Budiman July 09, 2026 09:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Perkelahian yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Letnan Jahidin, kawasan Sudut Lupis, Kecamatan Pasar Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, diduga dipicu persoalan sepele, yakni suara knalpot sepeda motor yang keras.

Peristiwa berdarah yang terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIB itu mengakibatkan Reyfando Arifqi (17), pelajar asal Desa Gindo Suli, Kecamatan Bunga Mas, meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di leher sebelah kanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, sebelum kejadian korban bersama beberapa rekannya sedang berkumpul di sebuah warung di kawasan Jalan Letnan Jahidin.

Saat mereka berkumpul, seorang pengendara sepeda motor melintas dengan suara knalpot yang cukup keras. Suara tersebut diduga memicu reaksi korban bersama teman-temannya.

Mereka kemudian berusaha mengejar pengendara motor tersebut, namun tidak berhasil menemukannya. Setelah itu, rombongan korban kembali ke warung untuk melanjutkan aktivitas mereka.

Adu Mulut Berujung Penusukan

Tak lama berselang, pengendara yang diduga sebelumnya melintas kembali datang ke lokasi bersama beberapa rekannya.

Pertemuan kedua kelompok itu memicu adu mulut yang semakin memanas hingga berujung perkelahian.

Di tengah keributan, salah seorang yang diduga terlibat mengeluarkan senjata tajam dan menusuk Reyfando di bagian leher sebelah kanan.

Korban langsung tersungkur bersimbah darah. Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Hasanuddin Damrah Manna.

Baca juga: Breaking News: Pelajar Asal Bunga Mas Bengkulu Selatan Tewas saat Perkelahian Dipicu Suara Knalpot

Namun, setelah mendapat penanganan medis, Reyfando dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk yang dideritanya.

Penjaga Warung Tidak Menyaksikan Kejadian

Putri, penjaga warung di lokasi kejadian, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi perkelahian karena saat insiden terjadi warung sudah tutup.

Menurutnya, warung tersebut setiap hari tutup sekitar pukul 23.00 WIB.

"Sekitar pukul 23.00 WIB warung biasanya sudah tutup. Lokasi warung berada di kawasan pantai yang memang sering menjadi jalur lalu lintas warga," ujar Putri kepada TribunBengkulu.com, Kamis (9/7/2026).

Ia menambahkan, pemilik warung juga tidak berada di lokasi saat kejadian karena bekerja di tempat lain dan tidak tinggal di warung tersebut.

Polisi Masih Buru Pelaku

Usai penusukan, terduga pelaku langsung melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian melalui Kapolsek Kota Manna Iptu Revi Hari Sona membenarkan adanya peristiwa yang mengakibatkan seorang pelajar meninggal dunia tersebut.

"Benar, telah terjadi peristiwa perkelahian yang mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia. Saat ini kasusnya ditangani Satreskrim Polres Bengkulu Selatan," ujar Iptu Revi Hari.

Menurutnya, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan sejumlah barang bukti, serta memeriksa para saksi yang berada di lokasi.

Selain itu, polisi juga masih memburu terduga pelaku yang melarikan diri usai penusukan.

Polres Bengkulu Selatan memastikan penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku atau memiliki informasi yang dapat membantu penyelidikan agar segera melapor.

Kasus perkelahian maut yang menewaskan seorang pelajar ini menjadi perhatian masyarakat Bengkulu Selatan. Warga berharap pelaku segera ditangkap sehingga proses hukum dapat berjalan dan keluarga korban memperoleh keadilan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.