BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Nasib nahas menimpa pria berinisial SPN (46) warga Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) yang meninggal dunia karena tenggelam di Pantai Matras Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kamis (9/7/2026) sore.
Demi menyelamatkan dan menolong Cc (12), Jv (9) dan satu kerabat lainnya Kn (10) yang terseret ombak saat berenang di pinggir pantai. Ia kehilangan nyawanya, padahal baru saja sampai di Pulau Bangka.
Awalnya, ketiga korban berenang di pinggir Pantai Matras. Namun ketiga korban terseret ombak hingga SPN nekat berupaya menyelamatkan ketiga korban itu.
"Jadi, korban ini (SPN) mau menolong tiga bocah yang terseret ombak. Dua korban berinisial Cc dan Jv anaknya, sementara satu orang lainnya itu kerabat korban," ungkap Adam selaku ketua tim BPBD Bangka kepada Bangkapos.com saat ditemui di Rumah sakit Medika Stania Sungailiat.
Namun saat proses penyelamatan ketiga korban. Ia malah ikut terseret arus kencang hingga meninggal dunia.
"Awalnya, korban Cc mau menolong Jv karena terseret ombak. Kemudian disusul Kn untuk menolong kedua korban. Melihat ketiga korban terseret ombak, jadi korban SPN ini menolongnya hingga ketiga korban selamat, tapi dia terseret ombak karena deras hingga tenggelam dan meninggal dunia," terangnya.
Selanjutnya, para korban dievakuasi oleh tim gabungan dan dibantu pengunjung Pantai Matras.
"Alhamdulillah ketiga korbam selamat sudah mendapatkan perawatan medis, satu korban meninggal dunia kita serahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan proses selanjutnya," kata Adam.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat, supaya tetap waspda dan hati-hati selalu selama melakukan aktivitas di luar rumah. Khususnya di pantai maupun tempat wisata lainnya.
"Tentu kami selalu melakukan himbauan kepada masyarakat, tetap waspada dan hati-hati selalu selama melakukan aktivitas karena keselamatan paling utama," imbaunya.
Komandan Tim BPBD Bangka, Adam mengatakan keempat korban dievakuasi oleh tim gabungan, lalu langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Medika Stania Sungailiat untuk dilakukan tindakan medis.
Tiga korbannya adalah anak-anak, dua laki-laki dan satu perempuan terlihat lemas. Sementara satu korban dewasa terbujur kaku.
"Jadi kami sore tadi menerima laporan bahwa ada wisatawan tenggelam. Korban berjumlah tiga orang dan satu orang penyelamat. Jadi totalnya empat korban," kata Adam selaku Komandan Tim BPBD Bangka kepada Bangkapos.com.
Peristiwa yang terjadi pada sore hari itu melibatkan seorang penyelamat yang mencoba menolong para korban. Namun nahas, dia tidak terselamatkan hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Jumlah korban tiga yang tenggelam hanyut terbawa arus. Jadi korban penyelamat ini menyelamatkan korban itu," kata dia.
Diketahui keempat korban yang tenggelam adalah wisatawan yang berasal dari 21 Ulu, Palembang, Sumatera Selatan.
Mereka sedang berlibur di rumah kerabat di daerah Selindung Baru Pangkalpinang dan berinisiatif untuk berekreasi ke Pantai Matras.
"Informasinya, mereka pergi dari rumah sekitar pukul 13.00 WIB langsung ke Pantai Matras," terangnya.
Identitas para korban yang selamat berinisial Cc (12), Jv (9), Kn (10). Sementara korban yang meninggal dunia yaitu SPN (46) warga asal Palembang Sumatera Selatan (Sumsel).
Suasana di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat mendadak histeris.
Keluarga korban tidak mampu membendung kesedihan atas kepergian mendiang.
Seorang wanita yang berada di lokasi terdengar meratap pilu di samping jenazah korban.
"Bapak jangan tinggalkan kami, saya ini sendiri, seperti mimpi," ucapnya diiringi tangisan histeris.
Kabar empat orang tenggelam di Pantai Matras Sungailiat, menyebar melalui sejumlah video amatir yang beredar di grup WhatsApp.
Dalam rekaman tersebut, terlihat warga dan pengunjung lainnya berupaya melakukan pertolongan serta mengevakuasi korban dari kawasan pantai.
Suasana dalam video tampak mencekam. Sejumlah warga terlihat panik saat korban yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dibawa ke daratan.
"Yang baru diselamatin lah (sudah) ninggal," ucap seorang wanita dalam rekaman video yang beredar.
Warga dan pengunjung lain di lokasi tampak panik saat memberikan pertolongan kepada korban yang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
(Bangkapos.com/Adi Saputra)