TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Seorang warga melihat seekor ular kobra melintas di sekitar permukiman di Kelurahan Kenali Asam Atas, Kota Baru.
Setelah dicari, ternyata ada lubang. Di dalamnya ada delapan butir telur ular.
Suasana di Jalan Citra, Lorong Narto, RT 21, Kelurahan Kenali Asam Atas, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, mendadak mencekam pada Rabu (8/7/2026) siang.
Seekor ular kobra yang diduga tengah menjaga sarangnya ditemukan bersembunyi di dalam sebuah lubang yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga.
Peristiwa itu bermula ketika warga melihat seekor ular melintas di sekitar lingkungan.
Saat dilakukan pencarian untuk memastikan keberadaannya, warga justru menemukan delapan butir telur di dalam lubang tersebut.
Dari arah lubang juga terdengar suara desisan yang diduga berasal dari induk ular yang masih berada di dalam sarang.
Karena khawatir membahayakan keselamatan warga, masyarakat kemudian meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi.
Komandan Regu (Danru) 3 Pos Pelayanan Kebakaran Kotabaru, Agus, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 12.02 WIB.
Selang dua menit kemudian, tim langsung diberangkatkan ke lokasi dan tiba sekitar pukul 12.14 WIB.
"Setelah mendapat laporan dari warga, personel langsung menuju lokasi. Saat dilakukan pemeriksaan, memang ditemukan sarang ular dengan telur di dalam lubang.
"Kami kemudian melakukan penggalian secara hati-hati untuk menemukan posisi induk ularnya," kata Agus, Kamis (9/7/2026).
Petugas melakukan proses evakuasi menggunakan peralatan khusus, seperti stick hook, grab stick, serta alat pelindung diri (APD) lengkap.
Setelah posisi ular berhasil diketahui, petugas mengeluarkannya secara perlahan dari dalam lubang, kemudian mengamankan bagian mulut ular menggunakan lakban guna menghindari risiko serangan terhadap petugas maupun warga.
"Dari hasil evakuasi, ular kobra yang berhasil diamankan memiliki panjang sekitar satu meter dengan berat sekitar 0,8 kilogram.
"Selain itu, kami juga mengamankan delapan butir telur yang berada di dalam sarang tersebut," ujarnya.
Agus menuturkan seluruh proses penyelamatan berlangsung sekitar 15 menit dan berjalan lancar tanpa hambatan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak berupaya menangani sendiri ular berbisa, terlebih jika hewan tersebut diduga sedang menjaga sarang atau telurnya.
"Jika menemukan ular, apalagi jenis berbisa seperti cobra, sebaiknya jangan dipancing atau ditangkap sendiri.
"Segera laporkan kepada Damkartan agar dapat ditangani dengan peralatan dan prosedur yang tepat sehingga tidak membahayakan warga," pungkasnya.
(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Ibu-Ibu Geruduk Tiga Rumah di Batang Hari, Pernah Digerebek Polisi Terkait Sabu
Baca juga: Profil dan Biodata Febrie Adriansyah, Jampidsus Alumni Universitas Jambi Kini Disorot
Baca juga: Daftar 37 Pejabat Pemkab Bungo Dilantik Wakil Bupati Hari Ini