Laporan Wartawan TribunJatim.com, Danendra Kusuma
TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kecelakaan maut terjadi di jalur perlintasan kereta api langsung (JPL) 103 di Jalan Raya Surabaya-Madiun, Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 14.15 WIB.
Insiden tersebut melibatkan Kereta Api (KA) Logawa relasi Purwokerto-Ketapang, sebuah truk ekspedisi JNT, dan sepeda motor Honda Supra.
Akibat kecelakaan itu, sopir truk meninggal dunia, sedangkan pengendara sepeda motor mengalami luka serius.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin mengatakan kejadian kecelakaan bermula saat truk JNT Nopol L 9417 CL serta sepeda motor Honda Supra AG 3530 XA melintas dari arah barat ke timur.
Truk itu dikemudikan oleh TNA dan motor Honda Supra ditunggangi DJN.
"Bersamaan muncul kereta api Logawa dari timur ke barat," katanya.
Seketika, kecelakaan pun tak terhindarkan. Bodi depan truk JNT tertabrak KA Logawa.
Baca juga: Ngerinya Tragedi Nenek Umur 66 Tahun Tewas Tertabrak KA Sritanjung di Jember
Benturan keras membuat truk JNT sampai terhempas hingga menimpa pengendara motor Honda Supra.
Kondisi bodi depan truk ringsek parah termasuk motor Honda Supra turut mengalami kerusakan.
"Pengemudi truk meninggal dunia dengan luka di kepala, tangan, dan kaki. Pengemudi Honda Supra mengalami luka pada kaki kanan dan tangan kanan patah," ujarnya.
Jenazah korban meninggal dunia, yakni sopir truk, dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk.
Sementara, pengemudi motor, dilarikan ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan perawatan intensif.
Baca juga: Janjian Bertemu Berujung Apes, Motor Siswi SMP Nganjuk Dibawa Kabur Pemuda Kenalan dari Medsos