Belanja Perlengkapan Sekolah di Aceh Tengah Meningkat, Omzet Pedagang Justru Merosot
Mawaddatul Husna July 09, 2026 10:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara|Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, antusiasme warga di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh untuk berburu perlengkapan sekolah anak mulai menunjukkan peningkatan. 

Dimana, sejak pagi hari sejumlah orang tua, kakek nenek hingga para remaja mulai memadati kawasan pasar Inpres Takengon.

Kendati demikian, sejumlah pedagang lokal mengaku merasakan adanya penurunan daya beli makro yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan TribunGayo.com di Pasar Inpres Takengon Kabupaten Aceh Tengah menunjukkan situasi yang cukup kontras. 

Di toko grosir perlengkapan sekolah yang besar, aktivitas transaksi tampak padat oleh kerumunan warga desa yang membeli buku tulis, seragam hingga tas sekolah. 

Diantara kerumunan tersebut, terlihat para orang tua sibuk membawa barang belanjaan mereka.

Namun, kondisi berbeda justru terlihat di deretan lapak seragam eceran hingga pedagang kaki lima yang cenderung lengang. 

Di area ini, sejumlah pedagang hanya duduk menunggu pembeli datang tanpa banyak aktivitas pelayanan.

Mulia Rahmat, salah seorang pengelola toko perlengkapan sekolah Rupawan Sport di Pasar Inpres Takengon, mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir para pembeli yang mendatangi tokonya tergolong cukup ramai. 

Antusiasme masyarakat tidak hanya datang dari wilayah perkotaan, melainkan juga dari pedesaan hingga pihak sekolah yang melakukan pengadaan secara langsung.

"Pembelian cukup ramai dan antusias warga banyak sekali.

Banyak yang dari kampung datang untuk belanja, begitu juga dari sekolah-sekolah," ujar Mulia saat ditemui di tokonya, Kamis (9/7/2026).

Baju Seragam dan Alat Tulis Banyak Diburu

Perlengkapan yang paling diburu masyarakat meliputi baju seragam, alat tulis, buku, tas, hingga sepatu sekolah. 

Menurut Mulia, demi menarik minat pembeli sekaligus meringankan beban masyarakat.

Pihaknya memberikan potongan harga atau diskon khusus, serta melayani penjualan secara grosir untuk pedagang eceran yang ingin menjualnya kembali.

Meski harga sejumlah komoditas perlengkapan sekolah cenderung turun dibandingkan tahun lalu.

Mulia mencatat bahwa total volume penjualan tahun ini secara keseluruhan justru mengalami penurunan yang cukup drastis jika dibandingkan musim masuk sekolah tahun lalu. 

Hal ini diduga karena dampak ekonomi masyarakat pascabencana alam yang sempat melanda kawasan tersebut.

"Kalau untuk tahun ini, jika dibandingkan, omzet penjualan cukup menurun drastis.

Tahun lalu jauh lebih ramai karena belum ada dampak berkepanjangan dari beberapa bencana di daerah kita," tambah Mulia.

Kondisi lesunya daya beli ini juga disampaikan oleh seorang pedagang perlengkapan sekolah lainnya, Marlina yang juga berjualan di pasar Inpres Takengon.

Di lapak dagangannya, suasana tampak cenderung lebih lengang. 

Ia mengenang, pada periode tahun ajaran baru sebelumnya, tokonya biasanya sudah dipadati pembeli hingga kewalahan melayani permintaan.

"Tahun kemarin alhamdulillah sekali, sampai-sampai kami tidak terlayani lagi karena sangat ramai.

Tahun ini, waktu-waktu segini kami bahkan masih bisa duduk-duduk karena pembeli berkurang jauh.

Meskipun harga jual barang tidak ada perubahan dan masih sama dengan tahun lalu, pembelian tetap menurun," tuturnya lesu.

Belanja Langsung ke Pusat Pasar Ibu Kota Kabupaten

Di sisi lain, bagi para orang tua murid, berbelanja langsung ke pusat pasar di ibu kota kabupaten tetap menjadi pilihan utama demi mendapatkan variasi barang yang lengkap dan efisiensi biaya. 

Ayu, seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Bintang, rela menempuh perjalanan jauh ke kota Takengon demi membelikan perlengkapan sekolah untuk kedua anaknya.

"Di daerah asal kami sebenarnya ada yang menjual buku, tetapi kami memilih langsung kemari (pusat kota Takengon).

Karena sekaligus bisa membeli kebutuhan lain seperti sepatu, baju seragam, dan baju olahraga (training) anak.

Apalagi anak saya yang sekolah ada dua, jadi kebutuhannya jelas jauh lebih besar," kata Ayu.

Namun, perjalanan Ayu dan warga dari wilayah ujung Danau Lut Tawar menuju pusat kota saat ini harus dilalui dengan perjuangan ekstra. 

Infrastruktur jalan pascabencana di kawasan Danau Lut Tawar hingga kini masih belum sepenuhnya pulih.

"Jauh sekali jalan kemari, apalagi pascabencana kemarin kondisi jalan sekarang masih kurang bagus dan rusak.

Harapan kami kepada pemerintah daerah, maunya jalan tersebut segera diperbaiki agar akses transportasi masyarakat ke sana kemari bisa kembali lancar dan aman," pungkas Ayu berharap. (*)

Baca juga: Prakiraan Cuaca Aceh Tengah Besok 10 Juli 2026: Didominasi Berawan dengan Suhu hingga 12 Derajat

Baca juga: Pemkab Aceh Tengah Terima Kunjungan Tim Kemendes PDT, Verifikasi Usulan Dua Jembatan Rp1,42 Miliar

Baca juga: Instruksi Bupati, Dinsos Aceh Tengah Serahkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh di Bale Nosar

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.