TRIBUNJATIMTIMUR.COM, JEMBER - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi I Kabupaten Jember mencapai 90,32 persen.
Meski belum rampung 100 persen, namun proyek megah yang berada di Kecamatan Ajung ini siap menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pekan depan.
Kamis (9/6/2026) sore mulai sekitar Pukul 14.30 WIB hingga 16.30 WIB, Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial RI Mokhamad O. Royani bersama sejumlah pejabat terkait mengunjungi Gedung SeKolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Jember itu.
Mokhamad O. Royani yang akrab disapa Roni mengatakan, proyek pembangunan SR Terintegrasi I Kabupaten Jember telah mencapai 90 persen lebih.
"Untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi I Jember ini masuk dalam tier pertama yang sudah siap. Karenanya nanti di tanggal 13 Juli para siswa akan melakukan registrasi untuk masuk ke sini, dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah," ujar Roni di sela-sela kunjungan SR Jember, Kamis (9/6/2026).
Proyek yang masuk dalam kategori tier pertama dari sisi kesiapan, lanjut Roni, sudah bisa menjadi lokasi pembelajaran.
Meskipun saat ini, SR Kabupaten Jember mengalami kendala jumlah guru, nantinya akan dibantu oleh Pemkab Jember dengan mendatangkan guru tamu.
"Karena memang masih kekurangan guru, dan saat ini kami masih melakukan rekrutmen untuk guru SD, SMP, dan SMA, maka proses belajar mengajar nanti akan dibantu oleh guru tamu dari Kabupaten Jember," imbuh Roni.
Baca juga: Pernah Putus Sekolah, Kini Siswa Sekolah Rakyat Banyuwangi Lulus dan Siap Menatap Masa Depan
Prose kegiatan belajar mengajak di SR Kabupaten Jember nanti akan dimulai 13 Juli 2026, atau Senin pekan depan.
Kegiatan dimulai dengan MPLS.
SR Jember yang berada di Kecamatan Ajung itu memiliki tiga jenjang yakni SD, SMP, dan SMA.
Jumlah calon murid SMP dan SMA di Tahun 2026 ini mencapai 90 orang, atau sesuai dengan Kuota.
Sedangkan untuk SD masih mencapai 48 anak dari kuota 90 anak.
"Untuk murid SMP dan SMA sudah mencapai Kuota, masing-masing 90 orang. Sedangkan untuk SD 48 anak," ujar Kepala SR Jember, Kartika Sari Dewi.
Sedangkan siswa SR eksisting hasil penerimaan tahun lalu mencapai 95 orang.
Mulai pekan depan, semua murid SR itu akan menempati gedung terintegrasi I di Kecamatan Ajung. Selama ini, 95 siswa yang sudah belajar di SR menempati bangunan SR sementara di Kecamatan Patrang.
Pekan depan, mereka akan memulai KBM dengan MPLS. Para siswa baru, selanjutnya mengikuti matrikulasi pembelajaran selama tiga bulan.
"Nanti setelah MPLS selesai 31 Juli, dilanjutkan dengan matrikulasi selama tiga bulan," lanjut Kartika.
Baca juga: Bertemu Menteri Sosial, Bupati Ipuk Laporan Progres Sekolah Rakyat dan Digitalisasi Perlinsos
Matrikulasi pembelajaran ini merupakan masa pendampingan mental dan kemampuan dasar untuk para siswa. Kemampuan dasar itu antara lain meliputi kemampuan diagnostik, literasi, dan numerasi.
Sebab berdasarkan pengalaman lalu, ada siswa yang masih Kkesulitan menulis meskipun berusia belasan tahun.
Kartika menambahkan, jumlah calon siswa SD SR yang kurang dari Kuota, bisa ditambahkan dalam proses pembelajaran berjalan. Jika ditemukan anak putus sekolah, atau anak dari keluarga miskin desil 1 dan desil 2 dan ada hasil asesmen, maka bisa masuk sekolah rakyat.
Pekan depan, memang tidak semua area SR bisa dipakai untuk kegiatan KBM. Pihak pengembang yakni PT Nindya Karya hanya membolehkan pemakaian Zona Hijau sebagai lokasi pembelajaran. Zona Hijau ini merupakan area bangunan untuk kelompok SMP.
Pihak pengembang berjanji, akhir Juli keseluruhan bangunan sudah selesai, dan bisa diserahkan asetnya kepada pemerintah melalui Kementerian PU.
Berdasarkan kontrak kerja, pembangunan SR Jember selesai 30 Juli 2026.
SR Terintegrasi I Jember termasuk dalam Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat ProvinsiJawa Timur 4. Lokasi proyek ada di Kabupaten Malang, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jember, dan Kota Blitar.
Nilai proyek sebesar Rp 1,2 triliun lebih, dengan waktu pelaksanaan 228 hari kalender mulai 15 Desember 2025 hingga 30 Juli 2026.
SR Kabupaten Jember menempati lahan seluas 7,5 hektare.
Baca juga: Bertemu Mensos, Bupati Ipuk Laporkan Progres Sekolah Rakyat dan Digitalisasi Perlinsos
Bupati Jember Muhammad Fawait mengaku merinding sekaligus bangga ketika berkunjung ke Sekolah Rakyat Terintegrasi I Jember.
"Saya sangat bahagia, dan merinding. Hari ini Kabupaten Jember mendapatkan sekolah megah, bahkan mungkin paling megah dengan fasilitas lengkap. Ada lapangan basket dua, lapangan sepak bola, asrama, yang ini diperuntukkan bagi warga miskin desil 1 dan desil 2. Ini adalah bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat miskin," ujar Fawait.
Kehadiran sekolah rakyat, lanjut Fawait, untuk memutus mata rantai kemiskinan dari sektor pendidikan.
Oleh karena itu, dia mengaku telah memerintahkan kepada seluruh camat, lurah, dan kepala desa di Kabupaten Jember untuk mendata anak yang putus sekolah dari Desil 1 dan dDesil 2. Jika mereka tidak bisa sekolah karena faktor biaya, maka mereka bisa masuk ke Sekolah Rakyat.
"Jangan sampai ada anak putus sekolah karena tidak punya biaya, karena faktor ekonomi. Saya mewakili Pemkab Jember juga berkomitmen untuk menyukseskan program sekolah rakyat ini," tegas Fawait.
Dia juga optimistis kehadiran SR Terintegrasi I di Kecamatan Ajung akan mendongkrak roda perekonomian warga sekitar.
Sebab, SR Jember bersebelaan dengan kompleks Stadion Jember Sport Garden (JSG).
"Kami yakin ini akan menjadi pusat ekonomi baru, karena ada sekolah rakyat, ada JSG, pasti akan mendongkrak perekonomian wilayah ini," pungkas Fawait.