TRIBUNTRENDS.COM - Kabar mengenai operasi tangkap tangan (OTT) yang disebut dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Kamis (6/7/2026) malam, langsung menyita perhatian publik.
Informasi yang beredar menyebutkan sejumlah pejabat daerah diamankan dalam operasi tersebut, termasuk Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.
Di tengah derasnya perkembangan informasi mengenai OTT tersebut, perhatian masyarakat juga tertuju pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Etik Suryani.
Laporan tersebut memperlihatkan rincian aset yang dimiliki kepala daerah tersebut, mulai dari properti hingga kendaraan pribadi, dengan total nilai mencapai miliaran rupiah.
Baca juga: Sosok Syah Afandin, Bupati Langkat Kena OTT KPK, Adik Eks Gubernur Sumut, Harta Kekayaan Naik Rp 2 M
Berdasarkan informasi yang beredar, Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan di Kabupaten Sukoharjo pada Kamis malam.
Dalam operasi tersebut, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, bersama sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dikabarkan terjaring dan kemudian dibawa ke Mapolresta Surakarta untuk menjalani pemeriksaan.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, situasi di Mapolresta Surakarta terlihat berjalan seperti biasa. Awak media masih diperbolehkan memasuki halaman Mapolresta.
Namun, wartawan tidak dapat mendekati area lobi gedung utama karena dikabarkan tim KPK bersama Bupati Sukoharjo masih berada di lantai tiga untuk menjalani proses pemeriksaan.
Sementara itu, sejumlah personel Polresta Surakarta terlihat melaksanakan apel malam selama kurang lebih 30 menit sebelum akhirnya membubarkan diri.
Kabar terbaru, penangkapan Etik Suryani dibenarkan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Fitroh Rohcahyanto.
Di tengah mencuatnya kabar tersebut, laporan harta kekayaan Etik Suryani turut menjadi perhatian publik.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercatat pada 29 Februari 2024, Etik Suryani memiliki total kekayaan sebesar Rp7.815.328.777.
Jumlah tersebut berasal dari berbagai jenis aset yang dimiliki, mulai dari properti, kendaraan, hingga kas dan harta bergerak lainnya.
Baca juga: Curhat Pekerja MBG Sukoharjo Dipaksa Libur dan Kehilangan Penghasilan: Efisiensi Pusat Mulai Terasa
Dalam laporan tersebut, Etik Suryani tercatat memiliki enam bidang properti yang berada di Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri.
Nilai keseluruhan tanah dan bangunan yang dimiliki mencapai Rp4.795.000.000.
Aset tersebut meliputi tanah seluas 358 meter persegi di Kabupaten Wonogiri yang berasal dari warisan, serta sejumlah bidang tanah dan bangunan lainnya yang berada di wilayah Kabupaten Sukoharjo.
Selain aset properti, Etik Suryani juga melaporkan kepemilikan kendaraan bermotor.
Dalam LHKPN, kendaraan yang tercatat antara lain sebuah Toyota Minibus dan Toyota Vellfire dengan nilai keseluruhan mencapai Rp475.000.000.
Di luar aset tanah, bangunan, dan kendaraan, Etik juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp1.443.300.000.
Sementara itu, kas dan setara kas yang dimiliki tercatat sebesar Rp1.102.028.777.
Dalam laporan tersebut juga tidak tercantum adanya kewajiban utang.
Naskah sumber menyebut kondisi tersebut menunjukkan bahwa Etik mengelola harta dan kekayaannya dengan bijak.
Jika seluruh aset yang dilaporkan dijumlahkan, total kekayaan Etik Suryani mencapai Rp7.815.328.777.
***
(TribunTrends/Jonisetiawan, TribunSolo)