BANJARMASINPOST.CO.ID - Insiden mobil pikap tabrak warung makan minum di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) jadi perhatian berbagai kalangan.
Kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya tiga warga yang sedang berada di warung di pinggir jalan itu, juga jadi atensi Polda Kalsel yang membantu Polres HST tangani kasus ini.
Fokus pemeriksaan terhadap sopir pikap yang diduga mabuk saat mengemudi dalam kecepatan tinggi.
Baca juga: Tiga Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalan Lingkar Barabai HST, Pengemudi Pikap Alami Luka Memar
Di Marabahan, Kabupaten Baritokuala (Batola), seorang pria meregang nyawa di tepi satu sungai setempat.
Tubuhnya terbujur kaku dengan warna pucat. Diduga dia pencari ikan dengan cara menyetrum. Namun nahas, dia sendiri ikut tersengat aliran listrik.
Di Kota Banjarmasin, demam main layangan mulai makan korban.
Sedikitnya empat pengendara roda dua mengalami kecelakaan akibat benang dan layangan putus.
Hal ini jadi perhatian pemerintah kota untuk lakukan penertiban tanpa harus memberangus
hobi dan kesenangan masyarakat tersebut.
Selengkapnya tersaji dalam TERPOPULER KALSEL berikut.
BARABAI - Penyelidikan kecelakaan maut yang menewaskan tiga orang di Jalan Lingkar Barabai, tepatnya di perempatan menuju Desa Kapar, Kecamatan Barabai, terus berlanjut.
Terbaru, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) kini melibatkan personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Subdit Gakkum Polda Kalimantan Selatan bersama Satlantas Polres Hulu Sungai Tengah (HST).
Kecelakaan yang terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 23.30 Wita itu bermula saat mobil pikap Daihatsu hitam bernomor polisi DA 8516 LI yang dikemudikan RN melaju dari arah Banjarmasin menuju Desa Kapar dengan membawa seorang penumpang berinisial CI.
Saat melintas di lokasi kejadian, mobil diduga kehilangan kendali hingga oleng ke sisi kiri jalan dan menabrak sebuah warung yang saat itu terdapat sejumlah warga.
https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1368009/polisi-dalami-kecelakaan-maut-telan-3-korban-jiwa-di-barabai-hst-ditlantas-polda-ikut-olah-tkp
MARABAHAN - Seorang pria bernama Surianto (40), warga Kelurahan Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, ditemukan meninggal dunia setelah diduga tersengat arus listrik saat menyetrum ikan di aliran Sungai Keramat Bakul, Kamis (9/7/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 10.45 Wita dalam kondisi terlentang di sungai yang berada di Jalan Sungai Keramat Bakul RT 05 RW 02, Kelurahan Ulu Benteng.
Berdasar keterangan saksi, sebelum kejadian korban sempat meminta izin kepada pemilik sebuah pandai besi, Amat, untuk menyambungkan kabel listrik miliknya ke stop kontak yang berada di lokasi tersebut.
Kabel itu rencananya digunakan sebagai sumber listrik untuk menyetrum ikan di sungai.
https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1368017/nekat-setrum-ikan-di-sungai-pria-di-marabahan-batola-tewas-tersengat-arus-listrik
BANJARMASIN - Insiden benang layangan kembali memakan korban di Kota Banjarmasin. Tajamnya benang berjenis nilon tersebut membuat warga yang melintas terluka.
Dilansir data Satpol PP, sejauh ini sudah ada empat korban luka imbas tersangkut benang layangan. Keempatnya sempat dibawa petugas ke rumah sakit untuk ditangani
"Keempat korban dibawa langsung ke RSUD Sultan Suriansyah saat itu juga," ungkap Plt Kepala Satpol PP Banjarmasin, Hendra, Kamis (9/7/2026).
Hendra menjelaskan, seluruh korban merupakan pengendara sepeda motor yang tengah melintas.
Imbas tertabrak benang layangan putus yang membentang di tengah jalan, korban mengalami luka gores di area wajah seperti hidung hingga leher.
https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1368000/benang-layangan-memakan-korban-4-pengendara-motor-di-banjarmasin-dilarikan-ke-rumah-sakit
(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene/Rifki Soelaiman/Mariana)