Lepas KKN Gentaskin Batch II, Wamen Diktisaintek: Mahasiswa Harus Bawa Dampak Nyata bagi Desa
Sipri Seko July 10, 2026 11:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku

POS-KUPANG. COM, OELAMASI - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., secara resmi melepas 2.319 mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak KKN Tematik Gerakan NTT Sehat , Kuat dan Inklusif (GENTASKIN) Batch II di Kantor Bupati Kupang, Kamis (9/7/2026).

Sebanyak 2.319 mahasiswa dari 41 Perguruan Tinggi yang tergabung dalam Konsorsium Perguruan Tinggi NTT itu akan melaksanakan pengabdian di 100 desa yang tersebar di 13 Kabupaten di Provinsi NTT.

Pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera KKN Tematik Gentaskin oleh Wamendiktisaintek kepada Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki. 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua DPRD Kabupaten Kupang Daniel Taimenas, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, Rektor Universitas Nusa Cendana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng., Direktur Politani Kupang Johanis A. Jermias, S.Pt., M.Sc., para pejabat kementerian, unsur TNI-Polri, kepala daerah se-NTT yang mengikuti secara daring, serta mahasiswa dan dosen pendamping.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Kupang sebagai tuan rumah pelepasan KKN Tematik Gentaskin Batch II.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan selamat datang serta rasa hormat yang mendalam kepada seluruh tamu kehormatan yang telah berkenan hadir. Terima kasih atas kepercayaan besar yang diberikan kepada Kabupaten Kupang sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan yang sangat strategis ini," ujarnya.

Aurum menjelaskan, Kabupaten Kupang merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di NTT dan wilayah terluas kedua dengan luas sekitar 5.300 kilometer persegi atau hampir delapan kali luas Provinsi DKI Jakarta.

Menurutnya, luas wilayah tersebut menghadirkan tantangan tersendiri karena Kabupaten Kupang memiliki 177 desa dan kelurahan dengan karakteristik serta potensi yang berbeda-beda.

"Masing-masing dari 177 desa dan kelurahan yang kami miliki mempunyai potensi sekaligus tantangannya sendiri. Bagi kami, setiap kilometer di Kabupaten Kupang bukan sekadar jarak, melainkan sebuah tanggung jawab untuk memastikan pelayanan dan pembangunan dapat dirasakan nyata oleh seluruh masyarakat," katanya.

Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN menjadi kesempatan untuk membangun kolaborasi sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat desa.

"Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi adik-adik mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat, sekaligus menyerap nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal yang hidup subur di desa-desa kami," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena berharap Program Gentaskin mampu memperkuat penyelesaian berbagai persoalan pembangunan di daerah melalui kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi.

"Terkait ekosistem, kami berharap ke depan Program Gentaskin bisa melakukan proses penyelesaian dan penanganan berbagai persoalan di NTT dengan baik. Kami juga berharap pendekatan digital dapat terus dikembangkan sehingga kehadiran adik-adik mahasiswa di daerah mampu membantu masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital," kata Gubernur.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Fauzan menegaskan bahwa KKN Tematik Gentaskin tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban akademik untuk menyelesaikan SKS, tetapi harus menjadi sarana menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

"Hari ini kita menyelenggarakan pelepasan KKN Tematik Program Gentaskin yang diselenggarakan oleh konsorsium sekitar 41 perguruan tinggi di NTT. KKN ini menyasar 100 desa di 13 kabupaten. KKN ini diorientasikan untuk mengatasi persoalan-persoalan yang ada sehingga mahasiswa tidak hanya menyelenggarakan KKN untuk menyelesaikan SKS, tetapi bagaimana KKN yang mereka lakukan benar-benar memberikan dampak positif terhadap persoalan-persoalan yang ada di daerah," tegas Fauzan.

Ia mengatakan, Program Gentaskin telah memasuki tahun kedua setelah dimulai pada 2025 dan akan terus berlanjut sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.

"Program ini tentu saja akan berkesinambungan. Tahun ini merupakan tahun kedua setelah dimulai pada 2025. Ini adalah bentuk komitmen perguruan tinggi terhadap persoalan-persoalan di daerah. KKN yang dijalankan mahasiswa ini baru sebagian. Masih banyak potensi yang harus dilakukan melalui pengabdian dosen maupun riset yang dilakukan dosen," ujarnya.

Menurut Fauzan, dalam waktu dekat para rektor yang tergabung dalam konsorsium bersama Gubernur NTT akan menggelar rapat koordinasi guna menyinkronkan program pemerintah daerah dengan program perguruan tinggi.

"Sinkronisasi ini penting agar program pemerintah daerah tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dapat dieksekusi oleh kampus. Kampus harus memiliki kompas yang jelas sehingga seluruh program difokuskan untuk mendukung pembangunan daerah," jelasnya.

Di hadapan ribuan mahasiswa peserta KKN, Fauzan juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik perguruan tinggi selama menjalankan pengabdian.

"Ketika Anda menjadi mahasiswa, ada tanggung jawab memikul nama institusi. Kami berharap saudara berlomba-lomba melakukan KKN yang sebaik-baiknya sehingga benar-benar membawa manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat desa," pesannya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Wamendiktisaintek turut menyapa mahasiswa dan dosen peserta KKN yang mengikuti kegiatan secara daring dari Kabupaten Malaka, Nagekeo, Alor, Sumba Barat Daya (SBD), Belu, dan sejumlah daerah lainnya di NTT sebagai bentuk semangat kolaborasi dalam membangun desa melalui pengabdian perguruan tinggi. (nov) 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.