POSBELITUNG.CO, BANGKA - Berbagai varian durian lokal varietas unggulan disusun di atas meja-meja yang disusun rapi di bawah tenda sekitaran lapangan sepak bola Desa Pelangas, Kecamatan Simpangteritip, Bangka Barat, Bangka Belitung, Kamis (9/7/2026) siang
Masing-masing meja terdapat tiga durian berikut nomor urut yang sebelumnya disiapkan pantia Kontes Durian Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026.
Sebanyak 52 peserta memeriahkan event yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bersama Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Babel tersebut.
Baca juga: PT Timah Renovasi Posyandu Berok di Bangka Tengah untuk Tingkatkan Pelayanan
Aspek warna, ketebalan daging, rasa dan lain sebagainya menjadi indikator penilaian buat menentukan durian mana yang layak jadi juara.
Ketua Panitia Kurniawan mengatakan, kegiatan dilaksanakan berdasarkan dokumen pelaksanaan anggaran DPKP Provinsi Babel melalui UPTD Pengawasan Sertifikasi Mutu Benih (PSMB) tahun anggaran 2026.
Baca juga: Dua Wajah Budidaya Durian Bangka, Antara Tumbuh Alami dan Dirawat Intensif
Hal itu sebagai upaya nyata menyelamatkan dan melestarikan kekayaan plasma nuftah buah-buahan lokal, khususnya durian yang tersebar di pelosok desa agar tidak punah atau diklaim daerah lain.
"Kontes durian bertujuan mengidentifikasi dan mengeksplorasi pohon induk durian lokal baru yang selama ini belum terekspos," ucap Kurniawan.
Selain itu, lanjutnya, kontes sebagai upaya mempersiapkan calon varietas unggul lokal untuk didaftarkan menjadi varietas unggul nasional serta meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani dan mendukung agrowisata di Desa Pelangas.
Kepala DPKP Babel ini menyebut, peserta kontes durian berasal dari berbagai kabupaten/kota se-Babel dengan varietas durian lokal unggulan masing-masing.
Baca juga: Santap Durian Bersama Gubernur Hidayat Arsani, Warga Babel di Jogja Rindu Kampung Halaman
Proses penilaian secara profesional, rahasia dan tertutup oleh dewan juri independen yang terdiri dari unsur akademisi, peneliti BRIN, praktisi durian nasional, serta ahli pengawas beni tanaman dari UPTD PSMB.
"Kami pastikan proses penilaian berjalan sangat objektif. Durian unggulan yang punya SK Kementan seperti Namlung dan Klamunod tidak diikutsertakan agar varietas baru bisa tampil jadi juara," ujar Kurniawan.
Baca juga: 15.000 Durian dari Kelekak Babel Harumkan Seisi Jogja Expo Center
Adapun hadiah, tambahnya, pemenang mendapat uang pembinaan, trofi, dan piagam.
Selain itu, pohon induk pemenang akan diobservasi dan dilindungi hak kekayaannya oleh pemerintah. (*)