Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan siap melatih sebanyak 361 ribu guru untuk memperkuat kompetensi pembelajaran mendalam (deep learning), koding dan kecerdasan artifisial (KA) sebagai upaya mempercepat transformasi digital di tiap satuan pendidikan.
“Lebih dari 361 ribu guru dan tenaga kependidikan berpotensi mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam, koding dan kecerdasan artifisial di tahun 2026,” kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani di Jakarta pada Jumat.
Nunuk menambahkan pelatihan tahun ini memasuki fase implementasi yang lebih luas karena kini pihaknya mulai memperkuat penerapan pembelajaran mendalam berbasis mata pelajaran di ruang kelas.
"Pelatihan ini merupakan momentum komitmen untuk memastikan transformasi pendidikan melalui pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial benar-benar hadir di ruang kelas melalui peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan," kata Nunuk.
Pelatihan, lanjutnya, tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan konsep karena Kemendikdasmen ingin memastikan filosofi pembelajaran mendalam yang berorientasi pada pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan benar-benar diterapkan dalam proses belajar mengajar.
Karena itu, ia mengatakan peran kelompok kerja guru seperti Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), hingga Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) akan dioptimalkan sebagai pusat inovasi pembelajaran di daerah.
“Filosofi pembelajaran mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan diharapkan benar-benar sampai ke ruang-ruang kelas, bukan berhenti sebagai konsep di atas kertas,” katanya.
Sebagai informasi pada tahun 2025, pelatihan deep learning telah menjangkau 88 persen dari target 60 ribu satuan pendidikan, yang diikuti oleh 133.391 guru dan 52.809 kepala satuan pendidikan.
Sementara itu, pelatihan koding dan kecerdasan artifisial di tahun 2025 telah menjangkau 53 ribu satuan pendidikan atau mencapai 97 persen dari target 55 ribu.





