RANS Jadi Perusahaan Publik, Nagita Slavina Ungkap Mimpi Besar untuk Masyarakat Indonesia
Rita Lismini July 10, 2026 01:53 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan sejarah baru dengan menjadi perusahaan publik setelah melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7/2026).

Prosesi pencatatan saham perdana tersebut berlangsung di Gedung BEI, Jakarta, dan ditandai dengan seremoni pembukaan perdagangan sebagai simbol resmi masuknya RANS ke pasar modal Indonesia.

Kehadiran RANS sebagai emiten baru menandai langkah lanjutan perusahaan yang selama ini dikenal melalui industri kreatif, hiburan, dan berbagai ekosistem bisnis digital.

Setelah berkembang dari sebuah kanal kreatif, RANS kini memperluas perjalanan bisnisnya dengan membuka kesempatan bagi publik untuk ikut menjadi bagian dari pertumbuhan perusahaan.

Dalam momen tersebut, Nagita Slavina menyampaikan alasan di balik keputusan RANS memilih untuk melantai di bursa saham.

Menurutnya, langkah menjadi perusahaan publik bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan pendanaan, tetapi juga sebuah komitmen untuk membangun perusahaan yang lebih besar, transparan, dan memiliki tanggung jawab kepada masyarakat.

Nagita mengatakan, dirinya kerap mendapatkan pertanyaan mengenai alasan RANS memilih menjadi perusahaan terbuka. Baginya, keputusan tersebut lahir dari keyakinan bahwa sebuah mimpi besar tidak dapat diwujudkan hanya oleh satu pihak.

“Sering kali saya ditanya mengapa RANS menjadi perusahaan publik. Jawaban saya sederhana, karena mimpi sebesar ini tidak bisa dibangun sendirian,” ujar Nagita.

Ia menjelaskan, perjalanan RANS hingga berada di titik tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, investor, mitra bisnis, hingga tim yang selama ini ikut membangun perusahaan.

Dengan status sebagai perusahaan publik, Nagita menyadari adanya tanggung jawab yang semakin besar. RANS harus mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus menerapkan tata kelola perusahaan yang lebih baik.

Menurutnya, menjadi perusahaan publik berarti perusahaan harus siap membuka diri terhadap pengawasan dan mempertanggungjawabkan setiap keputusan yang diambil kepada para pemegang saham.

“Perusahaan publik bukan hanya soal memperoleh modal. Perusahaan publik adalah tentang membangun kepercayaan, tentang membangun tata kelola, membuka diri terhadap pengawasan, memastikan bahwa setiap langkah yang kami ambil dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh pemegang saham,” katanya.

Lebih lanjut, Nagita menilai industri kreatif memiliki potensi besar untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Kreativitas, menurutnya, bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga dapat menciptakan peluang ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.

Ia menyinggung kondisi masyarakat Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keluarga yang berusaha memenuhi kebutuhan hidup, pelaku usaha yang bertahan mengembangkan bisnis, hingga generasi muda yang terus mencari kesempatan untuk mewujudkan impiannya.

Dalam pandangannya, perusahaan yang tumbuh di sektor kreatif memiliki peran untuk ikut menciptakan peluang baru dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Nagita menegaskan, pencatatan saham RANS di BEI bukan hanya menjadi pencapaian bisnis, tetapi juga menjadi simbol kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat dan para investor terhadap perjalanan perusahaan.

“Hari ini bukan sekadar mencatatkan saham, tapi kami mencatatkan sebuah kepercayaan dari jutaan masyarakat Indonesia dan juga para investor,” ungkap Nagita.

Dengan resmi menjadi perusahaan publik, RANS kini membuka peluang bagi masyarakat untuk ikut memiliki bagian dalam perjalanan perusahaan melalui investasi di pasar modal.

Langkah tersebut sekaligus menjadi babak baru bagi RANS dalam mengembangkan bisnis dan memperluas kontribusinya di industri kreatif Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.