TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meresmikan Parkir Wisata Nglanggeran bersamaan dengan pembukaan Geopark Night Specta (GNS) 8.0 dan Festival Cokelat 4.0 di Embung Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (10/7/2026).
Kehadiran fasilitas parkir baru tersebut diharapkan semakin menunjang kenyamanan wisatawan sekaligus memperkuat pengembangan kawasan wisata Nglanggeran.
Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mewakili Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X itu menegaskan bahwa kedua agenda tersebut bukan sekadar menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Geopark Night Specta dan Festival Cokelat bukan sekadar agenda pariwisata, melainkan ikhtiar bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Ni Made saat membuka acara.
Menurutnya, kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark merupakan anugerah bentang alam yang memiliki nilai tinggi.
Namun, warisan alam tersebut harus mampu dikelola menjadi sumber pengetahuan, penghidupan, sekaligus kesejahteraan yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan, Geopark Night Specta berperan memperkuat promosi kawasan geopark sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Gunungkidul.
Di sisi lain, Festival Cokelat menjadi wadah untuk mengangkat potensi kakao lokal agar mampu memberikan nilai tambah bagi petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat sekitar.
“Kita ingin membangun pariwisata berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Kita ingin pertumbuhan ekonomi hadir tanpa mengabaikan keberlanjutan, dan setiap potensi daerah mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Komisi C DPRD DIY Desak Penguatan Infrastruktur Geosite Lava Bantal untuk Geopark Berkelanjutan
Ni Made juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan falsafah Jawa Hamemayu Hayuning Bawana sebagai landasan dalam mengembangkan kawasan geopark, memperkuat sektor pariwisata dan menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Pemda DIY juga meluncurkan program Kopi Darling atau Kopi Roda Dua Keliling melalui Dinas Pertanian DIY.
Sebanyak 20 unit kendaraan disiapkan untuk mendukung pemasaran kopi lokal, dengan 10 unit pertama disalurkan pada Juli kepada tiga kabupaten penghasil kopi di DIY, disusul 10 unit lainnya pada Agustus.
Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing produk kopi lokal.
Geopark Night Specta sendiri telah menjadi agenda tahunan Kabupaten Gunungkidul sejak 2016.
Tahun ini menjadi penyelenggaraan kedelapan dan kembali masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
Melalui ajang tersebut, Pemkab Gunungkidul berupaya memperkenalkan kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark yang membentang di Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kawasan yang ditetapkan UNESCO sejak 2015 itu dikenal memiliki bentang alam karst dengan kekayaan geologi, hayati, dan budaya.
Sementara itu, Festival Cokelat 4.0 menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi kakao di kawasan Karst Gunung Sewu, khususnya di Nglanggeran.
Selain menjadi sarana promosi produk olahan kakao, festival ini juga mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas biji kakao melalui program intensifikasi serta dukungan teknologi pascapanen, termasuk penggunaan solar dryer portable untuk mempercepat proses pengeringan biji kakao hasil fermentasi.
Melalui sinergi pengembangan geopark dan komoditas kakao, Pemda DIY berharap sektor pariwisata dan pertanian mampu tumbuh beriringan serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Gunungkidul. (*)