TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR– Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menorehkan pengakuan strategis di tingkat nasional.
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/804/IV/DIK.2.6./2026 tanggal 21 April 2026, UMI ditetapkan sebagai salah satu perguruan tinggi yang dipercaya dalam mendukung peningkatan kualifikasi akademik personel fungsi Reserse Kriminal (Reskrim) Polri.
Di Provinsi Sulawesi Selatan, hanya terdapat dua perguruan tinggi yang dicantumkan dalam telegram tersebut, yakni Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Rektor UMI Prof Dr H Hambali Thalib mengatakan, kepercayaan tersebut bukan sekadar penunjukan administratif.
Tetapi, merupakan pengakuan atas kapasitas akademik, integritas kelembagaan, serta kontribusi UMI dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, profesional, dan berkarakter.
Sebagai perguruan tinggi yang mengusung identitas kampus ilmu dan ibadah, lanjut Prof Hambali, UMI saat ini juga bertransformasi menjadi kampus perjuangan dan pengabdian, serta ampus bereputasi dan berdampak.
"UMI memandang kolaborasi strategis dengan institusi negara sebagai bagian dari pengabdian untuk memperkuat supremasi hukum dan pelayanan publik yang berkeadilan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (10/7/2026)
Guru besar Hukum Pidana UMI ini, menyampaikan, bahwa kepercayaan yang diberikan Polri merupakan amanah besar yang akan dijawab dengan kualitas akademik dan penguatan karakter.
"Kepercayaan Polri kepada Universitas Muslim Indonesia merupakan kehormatan sekaligus amanah peradaban," ujar Prof Hambali .
"Kami meyakini bahwa penegakan hukum yang kuat tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga integritas moral, kematangan etika, dan keberanian menjaga keadilan," tambahnya.
Di Sulawesi Selatan, kata dia, hanya UMI bersama Universitas Hasanuddin mendapat kepercayaan tersebut.
Olehnya itu, menurut Prof Hambali menuturkan, kepercayaan yang diterima bukan sekadar pengakuan, tetapi panggilan untuk terus menghadirkan pendidikan hukum yang relevan dengan tantangan masa depan, melahirkan insan yang berpikir jernih, bertindak adil, dan mengabdi dengan hati.
Orang nomor satu di Rektorat UMI ini menambahkan, bahwa perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga membangun fondasi peradaban hukum bangsa.
"Kami ingin UMI menjadi rumah bagi lahirnya pemimpin hukum masa depan yang cerdas, berintegritas, religius, dan memiliki keberanian moral untuk menjaga Indonesia," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMI, Prof Dr Dirgahayu Andi Lantara, menegaskan, bahwa kepercayaan Polri terhadap UMI, posisi kampus yang berdiri 23 Juni 1954 ini sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan strategis bangsa.
"Dunia berubah sangat cepat. Tantangan kejahatan semakin kompleks, sehingga pendidikan tinggi harus hadir bukan hanya sebagai pusat ilmu, tetapi juga sebagai pusat solusi. Kepercayaan Polri kepada UMI menunjukkan bahwa kualitas akademik harus berjalan seiring dengan kemampuan menjawab persoalan nyata bangsa," jelasnya.
Prof Dirgahayu A Lantara pun menganggap, momentum ini sebagai bentuk kepercayaan terhadap ekosistem akademik UMI yang terus berkembang.
"UMI akan terus memperkuat sinergi ilmu hukum, teknologi, kecerdasan buatan, dan nilai-nilai etika untuk menyiapkan SDM aparat penegak hukum yang adaptif dan berwawasan masa depan," tuturnya.
Penunjukan ini semakin memperkuat reputasi UMI sebagai perguruan tinggi yang dipercaya oleh berbagai institusi strategis nasional.
Sebagai PTS Terakreditasi Unggul pertama di luar Pulau Jawa dan PTS dengan Guru Besar terbanyak di Indonesia, UMI terus memperluas perannya dalam mendukung pembangunan bangsa melalui catur dharma yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pendidikan karakter.
Dalam laporan Milad ke-72 UMI, pada 23 Juni 2026 lalu, Prof Hambali Thalib memaparkan, saat ini UMI memiliki 27.264 mahasiswa dan 27 mahasiswa asing dari 7 negara.
Hingga di usia 72 tahun ini, Alumnus UMI tercatat sebanyak 142.995 alumni.
Dari sisi Penguatan SDM Akademik, UMI didukung 1.035 dosen aktif.
Selain itu, juga 175 dosen UMI yang sedang menempuh studi doktor; 24 di luar negeri, 151 di dalam negeri dan 117 guru besar telah dikukuhkan.
Rasio dosen dan mahasiswa di UMI saat ini, sebesar 1:14,2.
Kemudian,ndari sisi mutu akademik 82,3 persen program studi telah berada pada kategori Unggul, Baik Sekali, A, dan B.
Sementara Akreditasi Institusi, UMI tetap Unggul.(*)