Larangan Away Berpeluang Dicabut, Presidium PN-SSI Sulawesi: Momentun Menguji Kedewasaan Suporter
Sudirman July 10, 2026 03:08 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Ketua Presidium Nasional Suporter Seluruh Indonesia (PN-SSI) Wilayah Sulawesi, Muh Agus Salim, menyambut baik rencana Ketua Umum PSSI Erick Thohir mencabut aturan larangan suporter away di musim 2026/2027.

Ia menyebut, suporter perlu memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kedewasaan mendukung tim kebanggaannya.

“Saya pikir momentum ini untuk menguji kedewasaan teman-teman suporter,” sebutnya saat dihubungi melalui telepon oleh Tribun-Timur.com, Jumat (10/7/2026).

Pria akrab disapa Agus ini mengatakan, suporter sudah lama menantikan realisasi pencabutan regulasi larangan suporter away.

Kehadiran suporter away dinilai akan membawa dampak positif.

Kelompok suporter bisa saling adu kreativitas dalam mendukung tim kebanggaannya.

Baca juga: Arhan Melanggar? Ini Bunyi Klausal Asnawi Mangkualam Harus CLBK ke PSM Makassar Jika Balik Indonesia

Tak kalah penting, silaturahmi untuk mempererat hubungan antar suporter.

“Sejak dulu berharap pencabutan larangan away segera direalisasikan. Kami bersyukur adanya momentum tersebut, karena sudah tiga tahun lebih larangan suporter away berlaku,” katanya.

Aturan suporter tim tamu dilarang away pasca Tragedi Kanjuruhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu (1/10/2022).

Kala itu, Persebaya berhasil mempermalukan Arema FC dengan skor 3-2.

Usai peluit panjang dibunyikan, suporter memasuki lapangan. Kericuhan pun tak terhindarkan.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan suporter.

Nahas, tembakan justru diarahkan ke tribune suporter sehingga membuat kepanikan massal.

Suporter pun berdesak-desakan di pintu keluar yang terkunci.

Suporter pun terinjak-injak dan sesak napas karena tembakan gas air mata.

Akibatnya, 135 orang meninggal dunia. Sejak saat itu, suporter dilarang untuk bertandang.

Artinya, sudah tiga tahun sembilan bulan aturan larangan suporter away berlaku.

Jika regulasi ini benar-benar dicabut, Agus Salim mendorong suporter untuk menyiapkan langkah antisipasi dan mitigasi.

Supaya kerusuhan yang melibatkan suporter tak terjadi lagi.

Apalagi, kelompok suporter yang memiliki rivalitas cukup tinggi di sepak bola Indonesia.

Mitigasi keamanan, tindak kekerasan dan komunikasi perlu dilakukan.

“Kelompok suporter tetap menjaga kondusivitas, karena isu keamanan, tindak kekerasan, utamanya saudar kita kelompok suporter yang punya hubungan dan komunikasi kurang bagus, sebisa mungkin dimitigasi dengan bijak,” tutur Ketua Umum Komunitas VIP Utama (KSVU) ini.

Pada Senin (6/7/2026), Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan, pihaknya tengah mempertimbangkan relaksasi aturan larangan suporter away.

Kebijakan ini dinilai langkah maju, setelah beberapa musim suporter dibatasi karena alasan keamanan.

“PT Liga kemarin sudah presentasi ke kami PSSI bahwa nanti ada kelenturan mengenai supporter away,” ujar Erick Thohir dalam jumpa pers Piala Presiden 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Senin (6/7/2026).

Meski begitu, Erick menegaskan, kelonggaran ini tidak diberikan secara cuma-cuma.

Ada tanggung jawab besar yang harus diemban oleh klub demi menjaga kondusivitas, baik di dalam maupun di luar area stadion.

PSSI tidak ingin kepercayaan yang diberikan oleh FIFA runtuh akibat insiden yang tidak diinginkan.

“Tetapi ada catatan, tentu klub harus bertanggung jawab secara menyeluruh, karena tidak mudah melobi FIFA,” tambah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini.

Ia juga mengingatkan agar peristiwa kelam masa lalu tidak terulang kembali, karena hal tersebut dapat merusak reputasi sepak bola Indonesia di mata dunia.

Terkait skema detail mengenai kehadiran suporter away serta regulasi hukuman bagi yang melanggar, Erick menyatakan bahwa hal tersebut masih akan digodok lebih lanjut.

“Memang ada kelenturan, seperti apa nanti mungkin bicarakan dengan liga langsung, maupun hukuman dan lain-lainnya,” tutupnya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.