– Jasad Ipan Nurzaman ditemukan di areal PT STAL D, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Kamis (9/7/2026) malam setelah empat hari pencarian.Korban sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga diserang buaya saat berada di sungai, sebelum akhirnya ditemukan mengambang di tepian sungai dan dievakuasi oleh tim gabungan.
Ipan merupakan warga asal Bandung yang baru sekitar empat bulan tinggal di Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin.
Sebelum hilang, Ipan diketahui hendak membantu dua rekannya memperbaiki perahu jukung.
Saat berada di sungai, ia diduga diserang buaya hingga kemudian menghilang.
Sejak kejadian itu, tim gabungan melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Bidang Bencana dan Logistik BPBD Banyuasin, Roma Dona, mengatakan jenazah ditemukan di tepian sungai dalam kondisi mengambang.
"Jenazah korban saat ditemukan berada di tepian sungai dan sudah mengambang. Tim gabungan langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah korban," kata Roma Dona.
Setelah dievakuasi ke rumah salah seorang warga di dekat dermaga, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk menjalani visum.
Selanjutnya, pihak keluarga berencana membawa jenazah ke Bandung untuk dimakamkan.
"Rencananya dari pihak keluarga, setelah itu akan langsung dibawa ke Bandung. Jenazah korban akan dimakamkan di Bandung," ujarnya.
Ayah berharap anaknya segera ditemukan
Ayah korban, Anung, telah tiba di Desa Teluk Betung pada Selasa (7/7/2026) malam, sehari setelah Ipan dilaporkan hilang.
Ia juga mendatangi lokasi kejadian dan mengumandangkan azan di dekat dermaga sebagai bentuk ikhtiar agar putranya segera ditemukan.
Sebelum jenazah ditemukan, Anung berharap dapat bertemu kembali dengan anaknya dalam kondisi apa pun.
"Harapan saya hanya ingin bertemu dengan anak saya, apa pun keadaannya. Sebagai orang tua, tentu saya berharap ia ditemukan dalam kondisi selamat," ujar Anung.
Ia juga menyatakan menerima apa pun hasil pencarian yang telah menjadi ketentuan Tuhan.
"Semuanya saya serahkan kepada Allah SWT. Apa pun hasilnya nanti saat ditemukan, saya hanya ingin anak saya bisa ditemukan dan dibawa pulang," katanya.
Sosok Ipan Nurzaman
Kepala Desa Teluk Betung, Muhammad Ali, mengatakan Ipan merupakan warga asal Bandung yang baru sekitar empat bulan menetap di desanya.
Sebelumnya, Ipan bekerja di sebuah perusahaan sebelum kemudian memilih bekerja bersama keluarga angkatnya di Desa Teluk Betung.
Menurut Muhammad Ali, Ipan juga telah bertunangan dengan seorang perempuan asal Bandung dan berencana menikah dalam waktu sekitar tiga bulan.
"Dia katanya sudah tunangan dan sedang bersiap menikah. Rencananya sekitar tiga bulan lagi akan menikah dengan calon istrinya yang juga berasal dari Bandung," ujar Muhammad Ali.
Keluarga korban juga telah datang ke Banyuasin untuk mengikuti proses pencarian.
Kronologi kejadian
Peristiwa hilangnya Ipan terekam kamera pengawas (CCTV) pada Senin (6/7/2026).
Dalam rekaman tersebut, Ipan terlihat menghampiri dua rekannya yang lebih dahulu berada di sungai untuk memperbaiki perahu jukung.
Tak lama kemudian, ia melompat dari dermaga ke sungai.
Tubuhnya sempat muncul ke permukaan, namun beberapa detik kemudian menghilang dan diduga diseret buaya.
Rekan-rekannya sempat berupaya mencari keberadaan korban, tetapi tidak berhasil menemukannya.
Kepala Desa Teluk Betung, Muhammad Ali, mengatakan saat kejadian kondisi air sungai sedang pasang.
"Saat itu air sedang pasang. Kejadian korban diduga diserang buaya terekam CCTV yang dipasang warga di dekat dermaga," katanya.
#BandungBarat #Banyuasin #Buaya #KorbanBuaya #ViralNews #BreakingNews #sungaimusi