Musim Hujan Mulai Tiba, Puskesmas Nunukan Timur Ingatkan Warga Waspada DBD dan Terapkan PHBS
Junisah July 10, 2026 04:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Kepala Puskesmas Nunukan Timur, dr Eka Aprina Lestari, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD) selama musim hujan.

Menurutnya, meningkatnya curah hujan berpotensi memicu perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD, sehingga masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan genangan air.

Hal tersebut disampaikan usai kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bertema "Bersama Germas, Wujudkan RT Sehat, Warga Kuat, Bahagia Bersama" di Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Jumat (10/7/2026).

dr Eka mengatakan, berdasarkan tren penyakit di Nunukan, kasus demam berdarah umumnya meningkat saat musim hujan.

"Kalau di Nunukan, saat musim hujan tren penyakit yang biasanya muncul adalah demam berdarah. Salah satu penyebabnya karena nyamuk lebih mudah berkembang biak di genangan air," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Jumat (10/7/2026).

Baca juga: Masuk Musim Hujan, Berikut Empat Kecamatan di Kabupaten Malinau Rentan Penyebaran DBD  

Ia mengimbau masyarakat menghindari genangan air di sekitar rumah. Jika harus menampung air, wadah penyimpanan harus ditutup rapat agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.

"Kalau memang harus menampung air, tutup rapat penampungannya. Pot bunga atau wadah lain yang bisa menampung air juga harus rutin dikuras," katanya.

Meski memasuki musim hujan, dr Eka menyebut hingga kini Puskesmas Nunukan Timur belum menemukan kasus demam berdarah.

"Untuk kasus demam berdarah belum ada. Yang datang berobat paling demam biasa, belum ada yang spesifik DBD," jelasnya.

Meski demikian, ia meminta masyarakat tetap waspada dan menerapkan langkah pencegahan sejak dini.

Kesadaran Jalani Cek Kesehatan Gratis Masih Rendah

Selain mengingatkan kewaspadaan terhadap DBD, dr Eka juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Menurutnya, Puskesmas Nunukan Timur telah melakukan berbagai upaya, mulai dari mendatangi RT hingga menggelar layanan pemeriksaan kesehatan langsung di lapangan.

"Kalau melihat wilayah Kelurahan Nunukan Timur, kesadaran masyarakat memang masih rendah. Kami sudah turun ke RT-RT, setiap bulan ada screening sekaligus Cek Kesehatan Gratis. Naiknya ada, tetapi belum signifikan," ungkapnya.

Ia mengatakan petugas kesehatan harus aktif mendatangi masyarakat karena jika hanya menunggu di puskesmas, jumlah warga yang datang masih sangat sedikit.

"Kalau kami hanya menunggu di puskesmas, masyarakat tidak akan datang. Makanya kami terus turun ke lapangan walaupun hasilnya belum maksimal," katanya.

Baca juga: Hingga April 2025 Ada 24 Pasien DBD di Nunukan, 31 Kasus Suspek, Dinkes Imbau Warga Waspadai ini 

PHBS Cegah Penyakit Berbasis Lingkungan

Lebih lanjut, dr Eka juga mengajak masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Menurutnya, PHBS dapat membantu mencegah berbagai penyakit berbasis lingkungan, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan.

"Kalau PHBS diterapkan dengan baik, penyakit seperti diare maupun infeksi saluran pernapasan bisa dicegah," ujarnya.

Kawasan Pesisir Jadi Tantangan
dr Eka mengakui penerapan PHBS di wilayah kerjanya masih menghadapi tantangan karena sebagian masyarakat tinggal di kawasan pesisir dengan rumah-rumah di atas laut.

Menurutnya, masih banyak warga yang menggunakan jamban cemplung sehingga membutuhkan waktu dan pendekatan yang berkelanjutan untuk mengubah kebiasaan tersebut.

"Sebagian masyarakat masih menggunakan jamban cemplung karena rumah mereka berada di atas laut. 
Mengubah kebiasaan itu tidak mudah karena berkaitan dengan kondisi tempat tinggal mereka. Ini menjadi tantangan kami dalam meningkatkan PHBS di wilayah Nunukan Timur," pungkasnya.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.