Tim Putri Tangsel City U-15 dan Akademi Persib Cimahi U-13 Dilepas Menuju Gothia Cup 2026
Hasiolan Eko P Gultom July 10, 2026 05:30 PM

Tim Putri Tangsel City U-15 dan Akademi Persib Cimahi U-13 Dilepas Menuju Gothia Cup 2026

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia kembali mengirimkan talenta terbaiknya ke panggung sepakbola usia muda dunia.

Tim Putri Tangsel City U-15 dan Akademi Persib Cimahi U-13 akan membawa Merah Putih berlaga di Gothia Cup 2026 yang berlangsung di Gothenburg, Swedia, pada 12-19 Juli mendatang.

Kedua tim resmi dilepas dalam seremoni bertajuk "Carrying the Nation's Dream to the World", sebagai penanda keberangkatan mereka setelah menjadi juara Meet The World with SKF Road to Gothia Cup Indonesia 2026 di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) SKF melalui inisiatif SKF Care yang berfokus pada pembinaan sepakbola usia muda.

Lebih dari sekadar kompetisi, program Meet The World with SKF dirancang untuk membentuk karakter generasi muda melalui sepak bola.

Nilai-nilai sportivitas, kepemimpinan, kerja sama tim, fair play, hingga persahabatan lintas budaya menjadi bekal yang ingin ditanamkan kepada para peserta sebelum bersaing di level internasional.

Managing Director PT SKF Industrial Indonesia, Anton Bangun, mengatakan keikutsertaan SKF dalam program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk mendukung perkembangan karakter anak-anak Indonesia melalui olahraga.

“Ini merupakan bentuk kontribusi SKF untuk anak-anak muda Indonesia agar memiliki karakter yang kuat. Selain itu, mereka juga bisa saling mengenal budaya dengan negara lain. Tentu harapan semua orang adalah mereka bisa menjadi juara. Namun, yang paling utama adalah mereka mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional,” ujar Anton.

Menurutnya, pengalaman menghadapi lawan-lawan dari berbagai negara akan menjadi bekal penting bagi para pemain muda dalam membangun mental bertanding.

“Dari pengalaman tersebut, mereka diharapkan memiliki karakter yang lebih baik, memahami bagaimana menghadapi tekanan saat bertanding, serta belajar bekerja sama dalam tim. Karakter itulah yang nantinya akan membentuk mereka menjadi pemain-pemain masa depan yang lebih siap,” terangnya.

Lebih lanjut, Anton menegaskan SKF tidak memasang target prestasi tertentu kepada kedua tim.

Baginya, pengalaman bertanding di Gothia Cup jauh lebih penting dibandingkan hasil akhir.

"Tidak ada target yang spesifik. Tentu setiap pemain ingin menang dan menjadi juara. Namun target utama kami adalah mereka mendapatkan pengalaman,” ujarnya.

Program tersebut juga mendapat apresiasi dari PSSI. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga menilai keterlibatan sektor swasta sangat dibutuhkan untuk memperkuat pembinaan pemain usia dini di Indonesia.

“Kami senang ada pihak swasta yang membantu kami dalam pembinaan usia muda. Kami berharap semakin banyak perusahaan di Indonesia yang ikut masuk ke pembinaan pemain usia muda,” kata Arya.

Arya pun berharap semakin banyak perusahaan mengikuti langkah serupa sehingga pembinaan sepak bola usia muda tidak hanya bergantung pada federasi maupun pemerintah.

Kesempatan tampil di Gothia Cup memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar gelar juara.

Turnamen yang diikuti ribuan pemain muda dari berbagai negara itu akan menjadi ruang belajar bagi para pemain Indonesia untuk memahami atmosfer sepak bola internasional sejak dini.

“Anak-anak ini akan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Mereka bisa bertanding di luar negeri dan bertemu dengan tim dari berbagai negara,"

"Pada usia ini, yang menjadi prioritas bukanlah hasil atau juara, melainkan pengalaman yang akan sangat bermanfaat untuk perkembangan mereka,” pungkasnya.

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.