TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Kepolisian meminta aktivitas pembangunan rumah kos di Dusun Neglasari, RT 02/RW 11, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dihentikan sementara setelah tembok penahan tanah (TPT) di lokasi proyek ambrol dan menimbulkan korban jiwa dan terluka, Jumat (10/7/2026).
Kapolsek Jatinangor, Kompol Rogers Thomas, mengatakan penghentian sementara dilakukan demi kepentingan penyelidikan sekaligus mempertimbangkan kondisi lokasi yang masih berpotensi membahayakan.
"Kami mengimbau lewat pemerintah desa untuk diberhentikan sementara," kata Rogers kepada TribunJabar.id, di lokasi kejadian.
Meski demikian, berdasarkan informasi sementara yang diterima kepolisian, proyek pembangunan rumah kos tersebut disebut diduga telah memiliki perizinan.
"Sementara yang kami dengar sudah berizin, tapi masih ditelusuri," ujarnya.
Rogers menjelaskan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB ketika para pekerja tengah melakukan penggalian pondasi dasar sedalam sekitar 50 sentimeter.
"Sekitar jam 11.00 lewat, pada saat pengerjaan penggalian pondasi dasar, pondasi gantung di atasnya roboh," katanya.
Bangunan yang sedang dikerjakan diketahui merupakan proyek pembangunan rumah kos.
Akibat robohnya konstruksi tersebut, dua orang pekerja yang merupakan warga setempat tertimpa material.
"Dua orang tukang warga di sini tertimpa. Satu orang sempat melarikan diri, tetapi tetap terkena reruntuhan dan kemudian dibawa ke rumah sakit Unpad," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Hegarmanah, Didi Sukandi mengatakan terdapat delapan orang yang bekerja di proyek pembangunan rumah kos tersebut saat kejadian.
"Semua yang bekerja ada delapan orang," katanya.
Menurut Didi, tembok penahan tanah yang ambrol memiliki tinggi sekitar delapan meter dari dasar. Saat kejadian, pekerja masih melakukan penggalian pondasi tambahan sedalam sekitar 50 sentimeter di bagian bawah konstruksi.
"Dari bawah ke atas sekitar delapan meter, tetapi bawahnya digali lagi sekitar 50 sentimeter," ujarnya.
Ia juga memastikan pemilik proyek pembangunan rumah kos tersebut merupakan investor dari luar daerah.
"Pemiliknya bukan orang sini, orang luar," katanya.