Semarak Nganggung Durian Pelangas, Pererat Kekeluargaan dan Wujud Rasa Syukur
Asmadi Pandapotan Siregar July 10, 2026 07:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ratusan masyarakat berkumpul dan duduk bersama di pelataran Masjid Miftahul Jannah Desa Pelangas, Kecamatan Simpang Teritip, Bangka Barat, Jumat (10/7/2026).

Buah durian diletakkan di depan masyarakat yang sudah tampak antusias menyantap durian lokal dengan berbagai bentuk dan varietas tersebut.

Setelah disusun rapi dan ditempatkan secara merata dan dimulai dengan pembacaan doa, kegiatan Nganggung Durian itupun langsung diserbu masyarakat.

Satu per satu buah durian yang jumlahnya kurang lebih 1.000 butir itu dibelah oleh panitia. Sementara masyarakat yang hadir dan penuh kehangatan langsung menikmati daging si raja buah tersebut.

Momen makan durian bersama itu jadi ajang tali silahturahmi dan rasa kekeluargaan masyarakat, tua muda, laki-laki perempuan, baik dari desa setempat, tamu undangan maupun wisatawan yang hadir.

“Kegiatan Nganggung Durian ini sengaja kami selenggarakan untuk masyarakat umum ketika musim durian melimpah,” kata Hermin, Kepala Desa Pelangas.

SEMARAK NGANGGUNG DURIAN — Semarak acara Nganggung Durian di Masjid Miftahul Jannah Desa Pelangas, Kecamatan Simpang Teritip, Bangka Barat, Jumat (10/7/2026).
SEMARAK NGANGGUNG DURIAN — Semarak acara Nganggung Durian di Masjid Miftahul Jannah Desa Pelangas, Kecamatan Simpang Teritip, Bangka Barat, Jumat (10/7/2026). ((Bangkapos/Arya Bima Mahendra)/Arya Bima Mahendra)

Hermin menyebut, acara Nganggung Durian ini digelar sebagai wujud rasa syukur dan sedekah kepada masyarakat atas hasil dari kelekak buah-buahan yang tumbuh dan banyak di Desa Pelangas.

Baca juga: 1.000 Durian Siap Meriahkan Nganggung Durian 2026 di Pelangas, Tradisi Syukur Musim Panen Melimpah

Oleh karena itu, masyarakat dan pihak desa berniat akan terus menggelar tradisi Nganggung Durian ini, terutama ketika hasil dari durian kelekak sedang banyak-banyaknya.

Dirinya juga berharap, dengan adanya Nganggung Durian ini, durian lokal dari Desa Pelangas dapat lebih dikenal di kancah yang lebih tinggi.

“Tahun depan dan setiap tahun tetap kita laksanakan  dengan agenda dan tempat yang sama, karena ini memang sudah tradisi kami,” ujarnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.