Pemerintah Kabupaten berencana membangun hidran di TPA Jatiwaringin. Di awal lima unit dulu

Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Provinsi Banten, tengah menyiapkan pembangunan infrastruktur embung atau kolam buatan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, sebagai langkah mitigasi kejadian kebakaran di area tersebut.

"Pemerintah Kabupaten Tangerang, akan membangun infrastruktur dari Jalan Mauk ke TPA Jatiwangin. Pembuatan embung di sekitar TPA," jelas Kepala Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik di Tangerang, Jumat.

Ia mengemukakan, penyiapan infrastruktur kolam buatan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi dan meminimalisir kejadian serupa terulang atas kebakaran TPA itu.

Saat ini tim gabungan BNPB, BPBD, Kemenhut, KLH hingga TNI/Polri telah berhasil memadamkan area kebakaran tersebut hingga 100 persen dari total luasan 18 hektare yang terbakar.

"Iya, sekarang allhamdulilah sudah 100 persen padam. Ini hasil kerja keras tim gabungan," kata Achmad.

Ia mengungkapkan, meski kini situasi kedaruratan kebakaran telah dikendalikan. Pihaknya masih tetap siaga dengan tetap menerjunkan unit armada Damkar untuk menyiram timbulan sampah di TPA Jatiwaringin tiga sampai empat hari ke depan.

"Pemerintah Kabupaten berencana membangun hidran di TPA Jatiwaringin. Di awal lima unit dulu," kata Achmad..

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan area lahan utama Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten yang terdampak kebakaran telah berhasil dipadamkan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resminya mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan upaya keras dan kolaboratif dari tim gabungan penanganan darurat dari sejak peristiwa dilaporkan 30 Juni hingga Kamis (9/7) malam.

"Lahan utama TPA Jatiwaringin seluas kurang lebih 15 hektare yang terdampak kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan 100 persen dan saat ini berada dalam fase pendinginan intensif," ungkapnya.

Abdul menjelaskan meskipun area utama di dalam TPA telah terkendali, tim gabungan di lapangan masih terus bersiaga mengantisipasi adanya titik panas serta kepulan asap tipis yang terdeteksi di area pembuangan luar kawasan TPA.

Meskipun area utama di dalam TPA telah terkendali, tim gabungan di lapangan masih terus bersiaga mengantisipasi adanya titik panas serta kepulan asap tipis yang terdeteksi di area pembuangan luar kawasan TPA.

Percepatan penanganan darurat ini didukung secara legalitas melalui Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026 mengenai Status Tanggap Darurat Bencana serta Keputusan Nomor 613/2026 tentang Satgas Penanganan Darurat.

BNPB memberikan dukungan penuh berupa pengerahan empat unit helikopter pengebom air (water bombing) untuk menyiramkan ratusan ribu liter air ke titik api.

Tiga unit helikopter jenis Mi-8AMT, Sikorsky UH60A, dan Sikorsky UH60L dilaporkan beroperasi optimal secara bergantian di langit Tangerang, sedangkan satu unit helikopter tipe Mi-8 MSBT sedang menjalani perbaikan teknis.

Selain operasi udara, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik darat darurat berupa 500 liter cairan racun api (Enviro Class A Foam), puluhan unit pompa mini, selang pemadam, serta perangkat komunikasi radio jinjing (handy talkie).