TRIBUNSUMSEL.COM -- Meninggalnya anggota DPR RI, Rachmat Gobel, di RS Brawijaya Tebet pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB menyisakan duka mendalam.
Sahabat almarhum, Ahmad Sahroni, mengungkapkan bahwa Rachmat Gobel mengembuskan napas terakhirnya akibat serangan jantung.
Kasus yang menimpa tokoh nasional ini menjadi alarm keras mengenai pentingnya mengenali gejala dan penanganan cepat terhadap gangguan kardiovaskular akut tersebut.
Baca juga: Meninggal karena Serangan Jantung, Rachmat Gobel Dikenang Jokowi sebagai Pekerja Keras
Melansir dari laman resmi halodoc.com, Jumat (10/7/2026) diketahui bahwasanya serangan jantung atau yang juga dikenal sebagai infark miokard, merupakan kondisi yang terjadi ketika aliran darah ke jantung sangat berkurang atau tersumbat.
Penyumbatan aliran darah ke jantung dapat terjadi akibat penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain di dalam arteri jantung (koroner).
Endapan atau penumpukan lemak tersebut mengandung kolesterol yang disebut plak. Sementara itu, proses penumpukan plak disebut aterosklerosis.
Terkadang, plak bisa pecah dan membentuk gumpalan yang menghalangi aliran darah. Kurangnya aliran darah dapat merusak atau menghancurkan bagian dari otot jantung.
Secara umum, serangan jantung dipicu oleh adanya penyumbatan pada salah satu pembuluh darah utama yang bertugas memasok oksigen dan nutrisi ke otot jantung.
Kondisi ini biasanya diawali oleh aterosklerosis, yaitu proses penumpukan plak atau zat lengket di dinding bagian dalam arteri.
Seiring berjalannya waktu, endapan plak di dalam arteri koroner ini rentan pecah.
Ketika plak pecah, tubuh secara alami akan membentuk gumpalan darah di area tersebut untuk menyembuhkan luka.
Sayangnya, gumpalan darah ini justru berisiko tersangkut dan menyumbat total aliran darah.
Akibat pasokan darah terhenti, otot jantung kekurangan oksigen secara mendadak hingga terjadilah serangan jantung.
Gejala serangan jantung sangat bervariasi pada setiap orang, bahkan karakteristiknya bisa berbeda antara serangan pertama dan berikutnya.
Beberapa orang mungkin hanya merasakan gejala ringan, sementara yang lain mengalami rasa sakit yang luar biasa hebat.
Selain itu, ada pula kondisi tersembunyi (silent heart attack) di mana penderita sama sekali tidak merasakan gejala.
Namun, secara umum, berikut adalah tanda-tanda serangan jantung yang wajib diwaspadai:
Pada wanita, gejala yang muncul sering kali bersifat atipikal (tidak umum).
Wanita cenderung jarang merasakan nyeri dada yang hebat, melainkan lebih sering mengeluhkan nyeri singkat atau tajam di area leher, lengan, punggung, atau sekadar rasa lelah luar biasa.
Dalam beberapa kasus fatal, tidak ada tanda-tanda peringatan dini sama sekali, dan gejala pertama yang langsung muncul adalah henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest).
Oleh karena itu, penanganan medis sesegera mungkin adalah kunci utama menyelamatkan nyawa.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com