Mataram (ANTARA) - Kuasa hukum keluarga mahasiswi NDR, yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di Gomong, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, membuka sayembara berhadiah Rp20 juta bagi masyarakat yang dapat membantu menemukan telepon seluler dan sepeda motor milik korban yang hingga kini belum ditemukan.
"Jadi, di sini kan ada handphone dan kendaraan roda dua milik NDR yang hilang, itu belum ditemukan sampai sekarang. Kalau ada masyarakat umum yang bisa bantu temukan, akan kami kasih hadiah uang Rp20 juta," kata kuasa hukum keluarga NDR, Lalu Anton Hariawan, di Mataram, Jumat.
Ia mengatakan masyarakat yang memiliki informasi atau berhasil menemukan barang tersebut dapat melapor langsung ke kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) NTB di Jalan Bung Karno Nomor 10, Pagutan, Kota Mataram.
"Saya jamin kerahasiaan identitas pihak yang menemukan. Bisa langsung ke kantor kami, bisa juga ke kepolisian," ujarnya.
Lalu Anton mengatakan kendaraan roda dua milik almarhumah yang hilang merupakan Honda Beat berwarna biru dengan sepatbor depan berwarna putih dan bernomor polisi EA 6129 KB.
Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra mengatakan pihaknya belum menemukan barang berharga milik almarhumah yang dinyatakan hilang sejak jenazah ditemukan di kamar indekosnya.
Selain sepeda motor, satu unit telepon seluler milik almarhumah juga belum ditemukan. Polisi meyakini barang tersebut dapat menjadi petunjuk penting dalam upaya mengungkap motif di balik kasus kematian NDR.
Mahasiswi asal Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, itu pertama kali ditemukan meninggal dunia oleh sepupunya bersama seorang rekannya yang baru tiba dari Jakarta pada Minggu (17/5) malam.
Saat ditemukan, jenazah NDR dalam posisi terlentang dan tubuhnya telah kaku di dalam kamar indekos dengan pintu terkunci.
Kasus kematian NDR sempat menjadi perhatian publik dan viral di media sosial. Berbagai kalangan pun menyuarakan dukungan kepada keluarga korban serta berharap kepolisian segera mengungkap fakta di balik kematian mahasiswi tersebut.





