Polisi Ungkap Kronologis Balita 3 Tahun Tewas Tenggelam di Kolong Bekas Tambang Simpang Perlang
Ardhina Trisila Sakti July 10, 2026 10:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Seorang balita perempuan berinisial K.S. (3), warga Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, meninggal dunia setelah tenggelam di Kolong PS, bekas tambang timah yang berada di depan SLB Simpang Jongkong, RT 013, Kelurahan Simpang Perlang, Kecamatan Koba.

Kapolres Bangka Tengah AKBP Dr. I Gede Nyoman Bratasena melalui Kasi Humas IPDA Dedi Sudrajat mengatakan dari hasil pengecekan di lapangan diketahui korban diduga mandi tepian kolong hingga akhirnya tenggelam.

Selanjutnya orang tua korban bersama sejumlah warga segera melakukan pencarian di sekitar lokasi, korban berhasil ditemukan oleh salah seorang warga dan langsung dievakuasi ke RS Abu Hanifah untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” jelas IPDA Dedi pada Jumat (10/07/2026).

Mendapat laporan tersebut, personel Polres Bangka Tengah bersama anggota Polsek Koba langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan, membantu proses penanganan serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pemerintah setempat.

Kolong Mudah Diakses Anak-anak

20260710 tambang timah yang berada di depan SLB
Kolong bekas tambang timah yang berada di depan SLB Simpang Jongkong, Kelurahan Simpang Perlang, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (10/7/2026). Kolong bekas tambang timah seluas sekitar satu lapangan sepak bola ini menjadi lokasi tenggelamnya seorang bocah tiga tahun.

Dari pantauan Bangkapos, kolong bekas tambang itu memiliki luas yang diperkirakan setara satu lapangan sepak bola.

Permukaan air tampak tenang dengan warna kehijauan, dikelilingi vegetasi yang tumbuh cukup lebat, mulai dari pohon pisang, semak belukar hingga pepohonan lain yang menutupi sebagian tepian kolong.

Di beberapa sisi, bibir kolong terlihat landai sehingga memudahkan warga turun menuju air. Bahkan terdapat beberapa papan kayu dan batang kayu yang disusun sederhana sebagai pijakan. Warga sekitar menyebut lokasi tersebut kerap dimanfaatkan untuk mandi, mencuci pakaian hingga mengambil air.

Sementara di lokasi korban diduga tenggelam, tepian kolong tampak berlumpur. Permukaan tanah terasa lembek saat diinjak dan langsung berbatasan dengan genangan air tanpa adanya pagar pengaman maupun rambu peringatan.

Di sisi kolong juga terdapat jalan pasir yang cukup lebar dan terlihat sering dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Akses menuju lokasi sangat mudah karena berada tidak jauh dari permukiman warga, sehingga anak-anak dapat menjangkau kolong hanya dengan berjalan kaki dalam 5-7 menit.

Polisi Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan

IPDA Dedi Sudrajat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Kami turut berduka cita atas musibah yang dialami keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," katanya.

Ia mengimbau seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di sekitar kolong bekas tambang, sungai maupun perairan lainnya.

"Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya dan tidak membiarkan mereka bermain maupun mandi tanpa pengawasan di area kolong, sungai atau perairan lainnya yang berpotensi membahayakan keselamatan," ujarnya.

Selain itu,Polres Bangka Tengah akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk memasang spanduk peringatan di kawasan kolong sebagai langkah pencegahan.

"Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk memasang spanduk imbauan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali," tutupnya.

(Bangkapos.com/Erlangga)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.