Kasus Perkelahian Maut Jadi Perhatian, Wabup Bengkulu Selatan Minta Pelajar Tak Keluyuran Saat Libur
Hendrik Budiman July 10, 2026 10:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, mengimbau para pelajar agar memanfaatkan masa libur sekolah dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul peristiwa perkelahian yang mengakibatkan seorang pelajar bernama Reyfando Arifqi (17) meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk.

Kejadian itu terjadi di salah satu warung di kawasan Sudut Lupis, Kecamatan Pasar Manna, pada Rabu (8/7/2026) malam.

Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, mengaku sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah akan terlebih dahulu mempelajari latar belakang kejadian, apakah dipicu oleh kenakalan remaja atau faktor lainnya.

“Makanya kita bersama-sama nanti akan mempelajari dulu. Tentu akan ada tindakan-tindakan yang dilakukan oleh aparat keamanan maupun pemerintah daerah untuk ke depannya,” ujar Yevri saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Jumat (10/7/2026).

Pemerintah daerah bersama pihak terkait akan terus melakukan pemantauan dan mengevaluasi penyebab terjadinya peristiwa tersebut. Terlebih saat ini para pelajar sedang menjalani masa libur sekolah.

Menurutnya, momentum libur sekolah harus dimanfaatkan dengan baik.

Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah untuk memberikan arahan kepada para pelajar agar tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Jangan sampai libur sekolah ini digunakan untuk hal-hal negatif. Nanti akan kita bahas bersama bagaimana mengatasi remaja-remaja yang sering keluar pada malam hari,” pungkas Yevri.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, sekolah, hingga aparat keamanan, dapat bersinergi dalam mengawasi aktivitas remaja selama masa libur sekolah guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Polisi Bersama Satpol PP Gencar Patroli 

Pasca peristiwa perkelahian yang menewaskan seorang remaja di Pasar Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, pada Rabu (8/7/2026) malam, Polsek Kota Manna bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan instansi terkait mengintensifkan patroli gabungan pada Kamis (9/7/2026) malam.

Patroli dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait gangguan keamanan dan ketertiban umum di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Kota Manna.

Kapolsek Kota Manna, IPTU Revi Hari Sona, mengatakan patroli tersebut merupakan langkah preemtif dan preventif guna memberikan imbauan serta edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.

“Menindaklanjuti laporan masyarakat, kami melaksanakan patroli kamtibmas secara preemtif dan preventif dalam rangka memberikan imbauan serta edukasi kepada masyarakat agar dapat menciptakan situasi yang aman dan menjaga ketertiban umum,” ujar Iptu Revi kepada TribunBengkulu.com, Jumat (10/7/2026).

Baca juga: Fakta Perkelahian Maut Pemuda di Bengkulu Selatan, Dipicu Knalpot Bising hingga Penusukan

Revi mengatakan, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Ke depan kita ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa ketertiban dan keamanan dilaksanakan secara bersama-sama. Artinya, semua pihak harus berkontribusi dalam menciptakan situasi yang kondusif,” ungkap Revi.

Dalam patroli tersebut, petugas menemukan sejumlah pelanggaran, di antaranya beberapa botol minuman keras, senjata tajam (sajam), minuman tradisional jenis tuak yang langsung dimusnahkan di lokasi, knalpot brong, kendaraan yang tidak memenuhi standar, hingga anak di bawah umur yang diduga melakukan pelanggaran.

“Temuan-temuan tersebut akan kami lakukan pembinaan, sedangkan yang memenuhi unsur pelanggaran akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Kami akan mendalami setiap kasus berdasarkan unsur pasalnya,” tegas Kapolsek.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bengkulu Selatan, Efredy Gunawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Bengkulu Selatan dalam penegakan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum).

“Sesuai instruksi Bupati, kami melaksanakan penegakan Perda Trantibum. Dalam kegiatan ini kami memberikan imbauan kepada para pedagang agar mematuhi ketentuan yang berlaku sesuai perda,” ungkap Efredy.

Ia juga mengimbau para remaja agar tidak melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, serta meminta para pedagang untuk tidak menjual minuman keras.

“Kami mengimbau anak-anak agar tidak melakukan perbuatan yang merugikan seperti kejadian sebelumnya. Kepada para pedagang juga kami tegaskan agar tidak menjual minuman keras. Jika masih ditemukan pelanggaran, maka akan kami tindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Efredy.

Patroli gabungan ini diharapkan dapat menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mencegah terulangnya aksi kenakalan remaja maupun tindak kriminal yang dapat mengancam keselamatan warga di wilayah Kecamatan Kota Manna.

Kronologi Kejadian

Perkelahian yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Letnan Jahidin, kawasan Sudut Lupis, Kecamatan Pasar Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, diduga dipicu persoalan sepele, yakni suara knalpot sepeda motor yang keras.

Peristiwa berdarah yang terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIB itu mengakibatkan Reyfando Arifqi (17), pelajar asal Desa Gindo Suli, Kecamatan Bunga Mas, meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di leher sebelah kanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, sebelum kejadian korban bersama beberapa rekannya sedang berkumpul di sebuah warung di kawasan Jalan Letnan Jahidin.

Saat mereka berkumpul, seorang pengendara sepeda motor melintas dengan suara knalpot yang cukup keras. Suara tersebut diduga memicu reaksi korban bersama teman-temannya.

Mereka kemudian berusaha mengejar pengendara motor tersebut, namun tidak berhasil menemukannya. Setelah itu, rombongan korban kembali ke warung untuk melanjutkan aktivitas mereka.

Adu Mulut Berujung Penusukan

Tak lama berselang, pengendara yang diduga sebelumnya melintas kembali datang ke lokasi bersama beberapa rekannya.

Pertemuan kedua kelompok itu memicu adu mulut yang semakin memanas hingga berujung perkelahian.

Di tengah keributan, salah seorang yang diduga terlibat mengeluarkan senjata tajam dan menusuk Reyfando di bagian leher sebelah kanan.

Korban langsung tersungkur bersimbah darah. Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Hasanuddin Damrah Manna.

Namun, setelah mendapat penanganan medis, Reyfando dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk yang dideritanya.

Penjaga Warung Tidak Menyaksikan Kejadian

Putri, penjaga warung di lokasi kejadian, mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi perkelahian karena saat insiden terjadi warung sudah tutup.

Menurutnya, warung tersebut setiap hari tutup sekitar pukul 23.00 WIB.

"Sekitar pukul 23.00 WIB warung biasanya sudah tutup. Lokasi warung berada di kawasan pantai yang memang sering menjadi jalur lalu lintas warga," ujar Putri kepada TribunBengkulu.com, Kamis (9/7/2026).

Ia menambahkan, pemilik warung juga tidak berada di lokasi saat kejadian karena bekerja di tempat lain dan tidak tinggal di warung tersebut.

Usai penusukan, terduga pelaku langsung melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian melalui Kapolsek Kota Manna Iptu Revi Hari Sona membenarkan adanya peristiwa yang mengakibatkan seorang pelajar meninggal dunia tersebut.

"Benar, telah terjadi peristiwa perkelahian yang mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia. Saat ini kasusnya ditangani Satreskrim Polres Bengkulu Selatan," ujar Iptu Revi Hari.

Menurutnya, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan sejumlah barang bukti, serta memeriksa para saksi yang berada di lokasi.

Selain itu, polisi juga masih memburu terduga pelaku yang melarikan diri usai penusukan.

Polres Bengkulu Selatan memastikan penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku atau memiliki informasi yang dapat membantu penyelidikan agar segera melapor.

Kasus perkelahian maut yang menewaskan seorang pelajar ini menjadi perhatian masyarakat Bengkulu Selatan. Warga berharap pelaku segera ditangkap sehingga proses hukum dapat berjalan dan keluarga korban memperoleh keadilan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.