SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsep revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi.
Ia optimis pasar tersebut akan menjadi standar nasional untuk model pasar rakyat yang bersih, rapi, dan berkelanjutan.
"Konsepnya bagus sekali. Pasarnya yang bersih dan rapi akan membuat pembeli maupun penjual nyaman. Saya rasa layak dijadikan rujukan nasional," ujar Khofifah usai mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi tersebut pada Jumat (10/7/2026).
Pasar Induk Banyuwangi dibangun di atas lahan seluas 10.600 m⊃2; dengan total luas bangunan mencapai 15.873 m⊃2;.
Fasilitas ini dirancang untuk menampung total 798 unit usaha, yang terdiri dari:
Bangunan dua lantai tersebut, telah dikelompokkan ke dalam zona-zona khusus, mulai dari zona pangan basah, pangan kering, non-pangan, hingga area khusus pecah belah dan kuliner.
Menurut Khofifah, pemisahan zona ini menjadi kunci kerapian pasar.
Salah satu keunggulan revitalisasi ini adalah mempertahankan fasad bangunan lama yang memiliki nilai sejarah atau heritage.
Sentuhan modern diberikan tanpa harus merombak total wajah bangunan asli. Rencananya, pasar ini juga akan dikembangkan menjadi destinasi wisata kuliner 24 jam.
"Kalau di sini juga menjual kuliner khas Banyuwangi, ini bisa jadi destinasi wisata kuliner. Jadi kalau ke Banyuwangi tidak hanya ke wisata alamnya, tapi sekaligus wisata kulinernya," tambah Khofifah.
Revitalisasi ini disambut antusias oleh para pedagang. Eva Alfiyanti (43), salah satu pedagang perancangan, menyatakan bahwa perubahan fisik pasar sangat signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.
Namun, para pedagang kini menantikan kepastian waktu peresmian agar dapat kembali berjualan di dalam pasar. Saat ini, mereka masih berjualan di area penampungan sementara yang menyebabkan penurunan omzet.
"Mudah-mudahan bisa segera diresmikan, perekonomian bisa kembali seperti semula, karena terjadi penurunan drastis semenjak pindah ke penampungan," tutup Eva.
Kehadiran pasar modern ini diharapkan mampu menggairahkan kembali roda perekonomian masyarakat Banyuwangi secara signifikan.