SURYA.CO.ID - Kepergian tokoh Bonek Andy Kristiantono atau Andie Peci menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan komunitas suporter Persebaya.
Di tengah suasana berkabung, sahabat dekat almarhum mengungkap pesan terakhir yang diterimanya sebelum Andie Peci berpulang.
Salah satu sahabat yang hadir di rumah duka, Siti Rafika Hardhiansari atau Mbak Fika, mengaku masih menyimpan pesan terakhir dari Andie Peci yang dikirim pada 30 Juni 2026.
Dalam pesan tersebut, almarhum meminta doa agar diberikan kekuatan untuk melawan penyakit yang dideritanya.
"'Doakan saya kuat, yakin kuat,' itu pesan terakhir beliau kepada saya," kenangnya.
Rafika mengatakan dirinya telah mengenal Andie Peci sejak 2012.
Hubungan persahabatan mereka terus terjalin selama bertahun-tahun, termasuk ketika almarhum menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
"Terakhir saya bertemu tanggal 23 Mei di Rumah Sakit BDH Surabaya. Setelah itu kami masih terus berkomunikasi lewat WhatsApp ketika beliau dirawat di RS dr. Soetomo hingga akhirnya pindah ke RSUD dr. Soedono Madiun," katanya.
Diketahui, Andie Peci meninggal dunia di RS Soewandhie Surabaya pada Jumat, pukul 11.20 WIB.
Kepergian Andie Peci juga mengundang banyak Bonek dan Bonita datang ke rumah duka di Jalan Tanjung Manis, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jumat (10/7/2026).
Sejumlah pelayat bahkan rela menempuh perjalanan ratusan kilometer dari Surabaya sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal berpengaruh di kalangan Bonek.
Rafika menjadi salah satu yang datang dari Surabaya. Ia berangkat sekitar pukul 12.00 WIB setelah memperoleh informasi alamat rumah duka dari adik kandung Andie Peci, Indra.
Sesampainya di lokasi, ia langsung menemui ibu almarhum, Tutiani, untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan kepada keluarga.
"Tadi saya bertemu ibunya. Saya menguatkan beliau karena Mas Andie adalah anak pertama. Adiknya nomor dua sudah lebih dulu meninggal karena kecelakaan, sehingga sekarang tinggal Mas Indra, anak bungsunya," ujar Rafika, Jumat (10/7/2026).
Menurut Rafika, banyaknya Bonek yang hadir menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan di antara sesama suporter Persebaya.
"Banyak sekali yang datang dari Surabaya. Tadi saya juga bertemu sahabat-sahabat Bonek lainnya di sini," ucapnya.\
Di mata Rafika, Andie Peci bukan hanya seorang suporter, tetapi juga figur penting yang ikut memperjuangkan kembalinya Persebaya 1927 pada 2017.
Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai Sekretaris Jenderal Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).
"Semua kehilangan. Saya sampai merinding. Bonek berduka karena Mas Andie adalah salah satu tokoh perjuangan kembalinya Persebaya 1927. Beliau juga Sekjen KASBI, sehingga kami semua benar-benar merasa kehilangan," tuturnya.
Menutup keterangannya, Rafika mengajak seluruh Bonek dan Bonita untuk mendoakan Andie Peci agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan menghadapi kehilangan tersebut.
"Semoga Mas Andie husnul khatimah, kuburnya dilapangkan, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," pungkasnya.