Penerapan Pergub Optimalisasi Pajak di Ende Berdampak, Penjualan BBM di SPBU Menurun Saat Razia
Oby Lewanmeru July 10, 2026 11:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE – Uji coba penerapan Peraturan Gubernur (Pergub) Nusa Tenggara Timur Nomor 13 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), dan Pajak Alat Berat di Kabupaten Ende mulai dirasakan dampaknya oleh pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Selama dua hari pelaksanaan uji coba, yakni Kamis (9/7/2026) dan Jumat (10/7/2026), sejumlah SPBU di Kota Ende mengalami penurunan aktivitas pengisian BBM saat petugas Satuan Tugas (Satgas) Optimalisasi Pajak melakukan pemeriksaan kendaraan.

Manajer SPBU Ndao, Theresia Florentina, mengatakan suasana SPBU berubah drastis ketika petugas tiba di lokasi. 

Kendaraan roda dua maupun roda empat yang sebelumnya mengantre memilih meninggalkan area SPBU.

Baca juga: Murid Baru SMA Swasta di Ende Anjlok, Komisi V DPRD NTT Siap Evaluasi Pelaksanaan SPMB 2026

"Setelah petugas datang, SPBU langsung sepi. Bahkan kendaraan yang sudah mengantre memilih kabur. Tapi setelah petugas pulang, mulai ramai lagi," ujar Theresia, Jumat (10/7/2026) sore.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penjualan BBM di SPBU Ndao.

"Untuk penjualan berdampak sekali, kelihatan sekali menurun. Kami dari pihak SPBU sudah merasa terganggu. Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, kami akan bicara," ungkapnya lagi.

Ia menjelaskan, pada hari pertama penerapan, pemeriksaan oleh petugas berlangsung sekitar satu setengah jam. 

Sementara pada hari kedua, kegiatan pemeriksaan berlangsung sekitar satu jam lebih.

Sementara itu, Manajer SPBU Gatot Subroto, Wilton, menilai dampak penerapan Pergub terhadap operasional SPBU yang dipimpinnya belum terlalu signifikan karena pemeriksaan hanya dilakukan dalam waktu terbatas.

"Untuk dua hari ini tidak terlalu banyak berdampak karena petugas dari Samsat yang memeriksa di SPBU hanya beberapa jam saja. Kemarin sekitar pukul 10.00 sampai sekitar pukul 12.00, sedangkan hari ini mulai sekitar pukul 09.00 hingga pukul 11.00. Memang terpantau sepi pada jam-jam tersebut, tetapi setelah itu kondisi kembali normal," jelas Wilton yang dikonfirmasi terpisah.

Ia menambahkan, penjualan BBM jenis Pertalite masih berada pada kondisi normal, sementara permintaan BBM nonsubsidi jenis Pertamax justru mengalami peningkatan selama pelaksanaan uji coba tersebut. (bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.