Operasi Pasar Berlanjut, Disperdagind Belu Salurkan 5 Ton Mitan untuk 500 KK di Atambua Selatan
Oby Lewanmeru July 10, 2026 11:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagind) kembali menggelar operasi pasar minyak tanah (Mitan) bersubsidi dengan menyalurkan 5.000 liter atau 5 ton minyak tanah kepada 500 kepala keluarga di Kecamatan Atambua Selatan. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Terminal Lolowa, Kelurahan Lidak, Jumat (10/7/2026), sebagai upaya menjaga ketersediaan energi rumah tangga sekaligus memastikan masyarakat memperoleh minyak tanah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp4.000 per liter.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu melalui Kepala Bidang Kemetrologian dan Pengawasan Perdagangan, Vinsensius Moruk, ST, mengatakan penyaluran minyak tanah dilakukan secara bertahap bekerja sama dengan Pertamina dan PT Helmi Pratama selaku agen penyalur resmi.

"Hari ini kami menyalurkan sebanyak 5.000 liter atau 5 ton minyak tanah untuk masyarakat di dua kelurahan, yakni Kelurahan Lidak dan Kelurahan Manuaman," ujarnya, kepada POS-KUPANG.COM, melalui pesan Whatsapp. 

Baca juga: Dana Desa di Belu Tersalurkan Rp 13,53 Miliar Hingga Awal Juli 2026

Ia menjelaskan, Kelurahan Lidak memperoleh alokasi sebanyak 2.400 liter yang diperuntukkan bagi 240 kepala keluarga.

Sedangkan Kelurahan Manuaman menerima 2.600 liter untuk 260 kepala keluarga. 

"Masing-masing kepala keluarga mendapatkan jatah 10 liter minyak tanah dengan harga sesuai HET, yakni Rp4.000 per liter," jelasnya. 

Menurut Vinsensius, operasi pasar ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Belu dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga minyak tanah di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.

"Program ini kami laksanakan secara bertahap di seluruh kelurahan yang telah dijadwalkan.Tujuannya agar distribusi tepat sasaran dan masyarakat bisa memperoleh minyak tanah dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah," jelasnya.

Ia menambahkan, Disperdagind Belu terus berkoordinasi dengan Pertamina dan agen penyalur untuk memastikan stok minyak tanah tetap tersedia sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga di pasaran. (gus)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.