Tribunlampung.co.id, Jawa Tengah - Dua ekor anjing pelacak (K9) diterjunkan untuk membantu pencarian dua remaja hilang di Gunung Bismo, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Pencarian dua remaja tersebut sudah memasuki hari kesembilan, Jumat (9/7/2026).
Dua remaja yang sedang dalam pencarian adalah Arifin Nurohmat alias Apin (18) dan Yufaidin alias Idin (15). Mereka berasal dari Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo.
Tim bentukan Basarnas Wonosobo bersama unsur terkait belum menemukan tanda-tanda signifikan mengenai keberadaan kedua remaja tersebut.
Tim operasi SAR gabungan mengubah taktik pencarian dengan menyasar area yang sebelumnya belum terjangkau secara maksimal.
Koordinator Pos Basarnas Wonosobo, Dani Fitra Maulana menjelaskan bahwa fokus utama kini diarahkan pada kawasan tebing vertikal dan sekitar air terjun (curug) yang berada di lereng Gunung Bismo.
Menurutnya, meski penyisiran dari sisi bawah dan permukaan atas tebing sudah sempat dilakukan, area dinding samping tebing masih memerlukan pemeriksaan yang jauh lebih detail.
Tantangan di lapangan diakui cukup berat karena medan yang sangat terjal serta kondisi vegetasi Gunung Bismo yang terkenal rimbun dan lebat.
"Di penambahan tiga hari ini kami rasa ada titik-titik yang memang perlu kita pertebal lagi, terutama di area-area tebingan, di curug-curug itu," kata Dani dikutip dari TribunBanyumas.com.
Untuk menembus hambatan medan tersebut, Basarnas mendatangkan bantuan personel dan alat utama (alut) tambahan dari Semarang. Dua ekor anjing pelacak K9 milik Basarnas Semarang diterjunkan ke lokasi untuk membantu mengendus jejak korban.
Selain unit satwa, teknologi udara juga dilibatkan secara masif. Satu unit drone tambahan diterjunkan untuk memperkuat satu drone yang sudah ada sebelumnya, sehingga total ada dua drone yang menyisir dari udara. Tim juga dilengkapi dengan peralatan rope access berupa tali penunjang keselamatan dengan panjang lebih dari 200 meter demi menjangkau dinding-dinding tebing yang sulit diakses manusia secara normal.
Dalam operasi hari kedelapan ini, sekitar 100 personel SAR gabungan dikerahkan dan dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama bergerak bersama unit K9 menyisir jalur darat, sementara unit lain berbagi tugas mengoperasikan drone serta melakukan penyelamatan vertikal (vertical rescue) menggunakan teknik rope access.
Jam operasional tim kini dibuat lebih fleksibel guna memaksimalkan waktu di lapangan. Personel mulai bergerak sejak pukul 07.30 hingga 08.00 WIB dan baru akan kembali saat hari mulai gelap. Sesuai kesepakatan bersama, operasi perpanjangan ini akan dimaksimalkan hingga Sabtu mendatang, sebelum nantinya dilakukan evaluasi total terkait kelanjutan pencarian.
"Hari Sabtu nanti kita akan evaluasi lagi," pungkas Dani.(*)