TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Grup musik Project Pop memastikan akan menghadirkan momen penuh emosional untuk mengenang almarhum Muhammad Fachroni atau Oon dalam konser perayaan 30 tahun bertajuk Forever Young - Forever Fun yang digelar pada 8 Agustus 2026 di Tennis Indoor Senayan.
Meski banyak penggemar berharap Oon tampil kembali melalui teknologi hologram, Project Pop memilih cara berbeda untuk memberikan penghormatan kepada personel yang meninggal dunia pada 2017 tersebut.
Personel Project Pop, Djoni Permato atau Udjo, mengatakan sejak awal tim sudah menyiapkan segmen khusus untuk mengenang perjalanan Oon bersama grup.
Baca juga: Sadar Usia, Yosi Mokalu Ungkap Project Pop Mulai Ketat Jaga Kebugaran Demi Stamina Manggung
"Kalau soal memberikan sebuah momen untuk mengenang Oon, itu sudah ada dalam rencana kita sejak awal. Sudah pasti. Karena 30 tahun perjalanan ini harus menjelaskan juga asal-muasal dan perjalanan Project Pop. Kalau bicara perjalanan, sudah pasti kita akan membahas teman kita yang satu ini," kata Udjo dalam jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (9/7/2026).
Ia mengungkapkan, Project Pop sempat mempertimbangkan berbagai konsep, termasuk penggunaan hologram hingga duet dengan cuplikan video lama Oon.
Namun setelah melalui pertimbangan kreatif, mereka memutuskan tidak menggunakan teknologi tersebut.
"Kita sempat berpikir apakah pakai hologram, apakah duet dengan video klip yang ada Oon-nya. Akhirnya kita mengambil keputusan tidak melakukan hologram. Tapi memang akan menampilkan gambarnya Oon di sana," ujarnya.
Tak hanya Oon, konser nanti juga akan menjadi bentuk penghormatan kepada orang-orang yang berjasa dalam perjalanan panjang Project Pop.
"Banyak sekali figur-figur yang menyertai perjalanan Project Pop yang juga akan kita kasih penghormatan. Kru kami juga termasuk yang jarang berganti. Bahkan ada beberapa kru yang sudah mendahului kami. Mereka semua akan mendapat tempat dalam segmen khusus itu," jelasnya.
Selain menghadirkan momen haru, konser 30 tahun Project Pop juga dipastikan tampil megah.
Perwakilan Northstar Entertainment, Chairi Ibrahim, mengungkapkan konser tersebut akan mengadopsi sejumlah teknologi panggung yang biasa digunakan dalam konser K-Pop.
"Kita akan coba membawa treatment yang hampir sama dengan K-Pop. Akan ada moving stage, automation, tata lighting yang bergerak, sistem audio yang spesial, sampai lift di atas panggung. Mudah-mudahan ini bisa menjadi benchmark juga untuk konser artis Indonesia," kata Gugum.
Meski begitu, ia tetap menyelipkan candaan soal usia para personel Project Pop.
"Kita pakai lift, cuma mungkin karena bapak-bapak ini usianya sudah cukup, lift-nya nggak tinggi-tinggi, sekitar 30 senti saja," ucapnya yang disambut gelak tawa.
Konser bertajuk Forever Fun Forever Young menjadi konser tunggal pertama Project Pop sepanjang 30 tahun berkarier dan dijanjikan akan menyajikan seluruh kekuatan mereka, mulai dari lagu-lagu hits, komedi musikal, parodi tokoh, hingga cerita perjalanan grup yang belum pernah ditampilkan secara lengkap di atas panggung.
Selain itu sederet kolaborator juga akan memeriahkan konser 30 Project Pop diantaranya ada P Project, Inul Daratista hingga NPD.
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)