Cuaca Panas, Sungai Seina Dibuka untuk Umum, Jadi Magnet Wisata
GH News July 11, 2026 11:08 AM
Paris -

Karena cuaca panas ekstrem menyengat di wilayah Eropa, Sungai Seine di Kota Paris kini dibuka untuk umum. Sehingga wisatawan yang berlibur ke Paris pada musim panas tahun ini kini bisa menikmati pengalaman berbeda yakni berenang di Sungai Seine.

Aktivitas tersebut kembali dibuka untuk umum setelah kota itu dilanda gelombang panas dengan suhu yang sempat menembus 40 derajat Celsius.

Dikutip dari , mulai Sabtu (11/7/2026) ini, Pemerintah Kota Paris membuka tiga lokasi berenang gratis di Sungai Seine untuk warga dan wisatawan. Ini menjadi musim panas kedua berturut-turut sejak larangan berenang yang telah berlaku selama lebih dari 100 tahun resmi dicabut.

Pembukaan area berenang itu bertepatan dengan peringatan 250 tahun hubungan persahabatan Prancis dan Amerika Serikat.

Bagi wisatawan asal Amerika Serikat, berenang di Seine disebut menjadi salah satu cara unik merayakan Hari Kemerdekaan AS saat berada di Paris.

Seine sebenarnya memiliki sejarah panjang sebagai tempat berenang. Pada abad ke-17, masyarakat biasa mandi langsung di sungai sebelum akhirnya dilarang pada 1716 karena alasan kesopanan.

Tradisi itu kemudian berkembang lewat pemandian terapung yang populer pada abad ke-18 hingga ke-19, bahkan Piscine Deligny pernah menjadi lokasi lomba renang Olimpiade Paris 1900. Namun, meningkatnya kasus tenggelam dan kecelakaan di sungai membuat Pemerintah Prancis melarang aktivitas berenang pada 1923.

Kondisi Seine juga terus memburuk akibat pencemaran. Pada 1970-an, lebih dari separuh limbah di kawasan Paris dibuang langsung ke sungai tanpa diolah hingga ekosistemnya nyaris mati.

Upaya membersihkan Seine mulai dilakukan sejak pertengahan 1980-an. Saat itu, Wali Kota Paris, Jacques Chirac, sempat berjanji akan berenang di sungai sebagai bukti kualitas air telah membaik.

Janji tersebut tak pernah terealisasi, bahkan pada 2013 lomba triathlon Paris harus dibatalkan karena air Seine masih dinilai tidak aman. Perubahan besar baru terjadi menjelang Olimpiade Paris 2024.

Pemerintah menginvestasikan lebih dari 1 miliar euro (Rp 20,68 triliun) untuk memperbaiki sistem pengolahan limbah, menyambungkan ribuan rumah ke jaringan pembuangan, serta membangun bak penampung air hujan berkapasitas sekitar 50 ribu meter kubik.

Proyek itu berhasil mengurangi luapan limbah ke Sungai Seine secara signifikan. Setelah digunakan untuk cabang triathlon dan renang maraton Olimpiade, Sungai Seine mulai dibuka untuk publik pada musim panas 2025. Saat itu, sekitar 100 ribu orang memanfaatkan fasilitas tersebut.

Tahun ini, tersedia tiga lokasi berenang yang bisa dipilih. Bras Marie menawarkan pemandangan kawasan bersejarah dekat Notre-Dame, Grenelle menghadap langsung ke Menara Eiffel, sedangkan Bercy menjadi lokasi terbesar dengan lintasan renang sepanjang 67 meter.

Meski demikian, pengunjung tetap diminta memperhatikan kondisi sungai sebelum berenang. Pemerintah menerapkan sistem bendera sebagai penanda keamanan. Bendera hijau berarti aman, kuning mengharuskan pengunjung lebih waspada, sedangkan merah menandakan lokasi ditutup karena kualitas air atau cuaca.

Pemeriksaan kualitas air, termasuk kandungan bakteri E. coli, dilakukan setiap hari agar aktivitas berenang tetap aman bagi masyarakat dan wisatawan.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.