TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria membongkar dugaan perselingkuhan istrinya setelah menyelidiki alasan sang istri yang hampir setiap hari pulang larut malam dengan dalih bekerja lembur.
Kecurigaan tersebut berakhir mengejutkan saat ia mendapati istrinya berada di rumah tetangga yang merupakan seorang pria lajang.
Dikutip dari Eva, Sabtu (11/7/2026), selama beberapa waktu terakhir sang istri hampir setiap hari pulang hingga tengah malam.
Setiap kali ditanya mengenai keterlambatannya, perempuan tersebut selalu memberikan alasan bahwa dirinya harus bekerja lembur di perusahaan tempatnya bekerja.
Awalnya, sang suami mempercayai penjelasan tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai merasa ada kejanggalan karena istrinya terus-menerus pulang larut dengan alasan yang sama.
Untuk memastikan kebenarannya, pria tersebut kemudian menghubungi perusahaan tempat istrinya bekerja.
Dari pihak perusahaan, ia memperoleh penjelasan bahwa para karyawan tidak diwajibkan bekerja lembur. Informasi itu membuat sang suami menyadari bahwa alasan yang selama ini disampaikan istrinya tidak benar.
Setelah mengetahui hal tersebut, pria itu memutuskan untuk mengawasi aktivitas istrinya. Suatu hari ketika sang istri kembali keluar rumah, ia diam-diam mengikuti dari belakang untuk mengetahui tujuan perempuan tersebut.
Hasil pengamatannya sesuai dengan dugaan. Ia melihat istrinya berjalan menuju rumah tetangga yang diketahui merupakan seorang pria lajang.
Merasa ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, sang suami segera mendatangi rumah tetangganya. Saat memasuki rumah itu, ia dibuat terkejut setelah mendapati istrinya sedang berada di atas ranjang tanpa mengenakan sehelai pakaian.
Penemuan tersebut membuat suasana seketika memanas. Alih-alih menunjukkan rasa bersalah, pria yang merupakan tetangga itu justru mempertanyakan kedatangan sang suami.
"Ini rumah saya. Mengapa Anda datang ke rumah saya?" kata pria tersebut kepada suami perempuan itu.
Mendengar pertanyaan tersebut, sang suami langsung memberikan jawaban tegas.
"Itu istri saya. Menurut Anda saya datang untuk apa? Tentu saya datang untuk membawa pulang istri saya," ujarnya.
Namun, tetangga tersebut tetap meminta sang suami meninggalkan rumahnya.
"Keluar dulu dari sini. Ini rumah saya," katanya.
Ucapan itu membuat emosi sang suami memuncak. Ia kemudian menarik istrinya keluar dari rumah sambil berulang kali meminta penjelasan atas apa yang baru saja dilihatnya.
"Masih bisa jelaskan apa lagi?" teriak sang suami kepada istrinya.
Meski berada dalam situasi tersebut, sang istri tetap membantah telah berselingkuh. Ia bersikeras bahwa tidak terjadi apa pun antara dirinya dengan pria lajang yang merupakan tetangganya tersebut.
Perempuan itu bahkan memberikan alasan bahwa dirinya datang ke rumah tetangga hanya untuk meminjam penyedap rasa atau monosodium glutamat (MSG).
Namun, setelah beberapa kali didesak, perempuan tersebut memilih diam dan tidak lagi memberikan keterangan.
Ketika suaminya berusaha membawanya pulang, perempuan itu justru menunjukkan sikap yang membuat situasi semakin memanas. Ia memegang erat pria tetangganya dan menolak melepaskannya.
Di hadapan suaminya, perempuan itu meminta pria tersebut agar tetap bersamanya.
Melihat tindakan istrinya, sang suami semakin kecewa dan marah. Ia kemudian memilih meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah.
Tidak lama setelah kejadian itu, pria tersebut langsung mengajukan gugatan cerai terhadap istrinya. Rekaman video yang memperlihatkan peristiwa tersebut kemudian dijadikan sebagai salah satu bukti dalam proses perceraian untuk menunjukkan dugaan perselingkuhan yang dilakukan sang istri.
Di sisi lain, perempuan tersebut bersama pria tetangganya justru menganggap tindakan sang suami yang memasuki rumah pada tengah malam sebagai perbuatan melanggar hukum. Mereka juga menuding pria itu telah melakukan ancaman dan kekerasan terhadap perempuan tersebut saat terjadi keributan.
Meski demikian, berdasarkan narasi yang beredar, tuduhan tersebut tidak memengaruhi proses hukum yang berlangsung. Fakta-fakta yang diajukan dalam persidangan menjadi dasar pertimbangan pengadilan dalam mengambil keputusan.
Pada akhirnya, pengadilan memutuskan bahwa perempuan tersebut harus meninggalkan rumah yang sebelumnya menjadi tempat tinggal bersama suaminya. Selain itu, ia juga dinyatakan tidak memperoleh hak atau keuntungan apa pun setelah perceraian.
(cr31/tribun-medan.com)