TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS – Semangat kebersamaan tampak menyelimuti pesisir Desa Sunggak, Kecamatan Jemaja Barat, Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (11/7/2026).
Sejak pagi, puluhan nelayan jongkong berkumpul untuk membuat unjam atau rumpon secara swadaya sebagai upaya meningkatkan hasil tangkapan ikan.
Aktivitas itu dilakukan di tepi pantai desa. Sejumlah nelayan terlihat memotong kayu, mengikat tali, menyusun pelepah kelapa, hingga merakit seluruh bagian rumpon.
Suasana penuh keakraban terlihat ketika mereka saling membantu menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan tenaga dan ketelitian.
Sesekali terdengar canda di antara para nelayan yang bekerja di bawah terik matahari.
Meski berkeringat dan harus mengangkat material yang cukup berat, semangat mereka tidak surut karena memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan lokasi berkumpulnya ikan yang lebih dekat dari kawasan pesisir desa.
Setelah proses perakitan selesai, rumpon kemudian diangkat bersama-sama menuju jongkong.
Dengan tenaga beberapa orang, rumpon dimuat secara hati-hati agar tidak rusak sebelum dibawa ke titik pemasangan di laut menggunakan kapal milik salah seorang nelayan.
Pembuatan rumpon dilakukan sepenuhnya secara swadaya.
Seluruh bahan maupun tenaga berasal dari anggota kelompok nelayan tanpa menggunakan bantuan dana dari pihak lain.
Kebersamaan menjadi modal utama agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.
Ketua Nelayan Jongkong Desa Sunggak, Ruslan, mengaku bangga melihat kekompakan seluruh anggota kelompok yang rela meluangkan waktu demi kepentingan bersama.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota kelompok yang telah meluangkan waktu untuk bersama-sama membuat unjam. Terima kasih juga kepada Saudara Toni yang telah membantu mengantar unjam yang kami buat," ujar Ruslan.
Ruslan menjelaskan, unjam atau rumpon merupakan alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut untuk menarik gerombolan ikan agar berkumpul pada satu titik.
Umumnya, rumpon dibuat dari rangka kayu yang dipadukan dengan pelepah kelapa atau bahan lain yang dapat menjadi tempat berlindung ikan kecil.
Keberadaan ikan-ikan kecil di sekitar rumpon kemudian menarik ikan yang lebih besar untuk datang mencari makan.
Kondisi inilah yang dimanfaatkan para nelayan karena peluang mendapatkan hasil tangkapan menjadi lebih besar dibandingkan mencari ikan secara acak di laut lepas.
Menurut Ruslan, rumpon memiliki manfaat besar bagi nelayan jongkong yang menggunakan perahu berukuran kecil.
Dengan adanya rumpon, nelayan tidak perlu melaut terlalu jauh sehingga waktu, tenaga, dan biaya bahan bakar dapat dihemat.
"Kalau ada rumpon, kami tidak perlu mencari ikan terlalu jauh dari pesisir. Ini sangat membantu nelayan jongkong yang kemampuan kapalnya terbatas," katanya.
Meski memberikan manfaat besar, Ruslan mengakui proses pembuatan rumpon bukan perkara mudah.
Biaya yang dibutuhkan untuk membeli kayu, tali, pelampung, hingga perlengkapan lainnya cukup besar sehingga kelompok nelayan hanya mampu membuatnya secara bertahap.
"Untuk membuat satu rumpon saja kami cukup kewalahan karena keterbatasan biaya. Semua dilakukan secara swadaya oleh anggota kelompok," ungkapnya.
Ia mengatakan, apabila jumlah rumpon bertambah, peluang hasil tangkapan nelayan juga diyakini akan meningkat.
Dampaknya tidak hanya menambah pendapatan keluarga nelayan, tetapi juga membantu menjaga keberlangsungan mata pencarian masyarakat pesisir.
Karena itu, Ruslan berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Dinas Perikanan dapat memberikan perhatian kepada nelayan jongkong di Desa Sunggak melalui bantuan sarana dan prasarana penangkapan ikan.
"Kami berharap Dinas Perikanan dapat membantu kebutuhan nelayan, seperti tali untuk unjam, tali pancing, mata pancing, dan perlengkapan lainnya agar kami bisa terus meningkatkan hasil tangkapan dan kesejahteraan nelayan," harapnya.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan para nelayan Desa Sunggak menjadi gambaran kuat bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus berusaha.
Dengan kebersamaan dan dukungan yang memadai, mereka berharap rumpon yang dipasang di perairan desa dapat menjadi sumber harapan baru bagi peningkatan hasil tangkapan dan kesejahteraan nelayan setempat. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)