SURYA.co.id, SURABAYA – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) terus memperkuat kontribusinya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul melalui program Teknik Sepeda Motor (TSM) Honda.
Program pendidikan vokasi ini dirancang untuk menghasilkan lulusan SMK yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di industri otomotif.
Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri, TSM Honda menghadirkan sistem pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kurikulumnya telah diselaraskan dengan perkembangan teknologi sepeda motor Honda, didukung pelatihan bagi guru, sertifikasi kompetensi, serta praktik pembelajaran yang aplikatif.
Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga karakter, disiplin, etos kerja, kemampuan beradaptasi, serta budaya pelayanan yang menjadi kebutuhan utama industri otomotif.
Technical Service Division Head MPM Honda Jatim, M. Bondan Priyoadi, mengatakan program TSM Honda menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan vokasi yang mampu mencetak tenaga kerja berkualitas.
"Melalui program TSM Honda, kami ingin menghadirkan pendidikan vokasi yang benar-benar memberikan manfaat bagi masa depan siswa. Mereka tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga disiplin, etos kerja, kemampuan beradaptasi, dan budaya pelayanan yang menjadi kebutuhan utama di dunia industri. Inilah wujud komitmen MPM Honda Jatim dalam menghadirkan semangat Sinergi Bagi Negeri melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan siap kerja," ujar Bondan kepada SURYA.co.id, Sabtu (11/7/26).
Ia menjelaskan, lulusan TSM Honda memiliki peluang karier yang cukup luas.
Selain dapat bekerja sebagai mekanik di jaringan bengkel resmi Honda atau AHASS, mereka juga berkesempatan menjadi Service Advisor, Kepala Bengkel, Technical Support, Technical Instructor, hingga membuka usaha bengkel secara mandiri.
Keberhasilan program tersebut juga tercermin dari sejumlah alumni yang kini meniti karier di lingkungan Honda.
Salah satunya adalah Iqbal, alumni SMKN 1 Geger, Madiun, yang kini dipercaya menjadi Technical Instructor di MPM Honda Jatim. Selain itu, ada Sarony, alumni SMKN 1 Bendo, Magetan, yang turut berkarier di MPM Honda Jatim dan mendukung pengembangan layanan purna jual Honda.
Kisah keduanya menjadi bukti bahwa lulusan TSM Honda memiliki kesempatan berkembang hingga menempati berbagai posisi strategis di industri otomotif sesuai kompetensi dan dedikasi yang dimiliki.
Tidak hanya memperoleh pembelajaran di sekolah, para siswa TSM Honda juga mendapatkan pengalaman langsung melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL) di jaringan AHASS.
Mereka juga mengikuti uji kompetensi, pelatihan teknologi sepeda motor terbaru, hingga pembinaan menghadapi kompetisi keterampilan yang menjadi bekal saat memasuki dunia kerja.
MPM Honda Jatim juga terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi melalui penyelarasan kurikulum berbasis industri, peningkatan kompetensi guru, sertifikasi, serta pengembangan Tempat Uji Kompetensi (TUK) di berbagai SMK binaan.
Kolaborasi tersebut dilakukan agar materi pembelajaran selalu mengikuti perkembangan teknologi sepeda motor Honda sehingga kompetensi lulusan tetap relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Bondan menegaskan, MPM Honda Jatim akan terus memperluas kerja sama dengan sekolah-sekolah binaan melalui semangat Sinergi Bagi Negeri.
Langkah ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak lulusan yang siap kerja sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja berkualitas di sektor otomotif Indonesia.
Menurutnya, pendidikan vokasi menjadi salah satu jalur strategis bagi generasi muda untuk membangun karier profesional.
"Dengan dukungan ekosistem industri Honda, lulusan TSM Honda diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, berprestasi, serta berkontribusi dalam memajukan industri otomotif nasional," tutup Bondan.