WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Penyidik kepolisian terus mengembangkan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan sejumlah perkara besar, yakni proyek batu bara PT PLN (Persero), PT Asabri, PT Krakatau Steel, serta PT CBS-KNI.
Setelah melakukan penggeledahan di 12 lokasi sejak Rabu (8/7/2026), penyidik kini telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi untuk mendalami dugaan aliran dana maupun keterkaitan para pihak dalam perkara tersebut.
Salah satu saksi yang telah dimintai keterangan adalah pemilik Pacific Place, Tan Kian.
Pemeriksaan dilakukan setelah penyidik menggeledah salah satu unit apartemen di kawasan Pacific Place, Jakarta Selatan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Pol Budi Prasetyo membenarkan bahwa hingga saat ini penyidik telah memeriksa belasan saksi pascapenggeledahan yang dilakukan di berbagai lokasi.
"Total sudah 15 orang saksi yang diperiksa, termasuk Tan Kian," kata Budi.
Selain Tan Kian, Budi menjelaskan para saksi lainnya merupakan pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan 11 lokasi lain yang turut menjadi sasaran penggeledahan penyidik.
Meski demikian, Budi belum merinci identitas para saksi maupun materi pemeriksaan yang tengah didalami penyidik.
Ia juga belum menjelaskan hubungan masing-masing saksi dengan perkara dugaan korupsi dan TPPU yang sedang diusut.
Berdasarkan pantauan di lokasi penggeledahan sebelumnya, penyidik terlihat mengamankan sebuah boks kontainer berisi barang bukti yang bertuliskan "Pacific Place Apartment Lantai 15 Jakarta Selatan".
Kontainer tersebut kemudian dibawa keluar dari lokasi untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Namun demikian, hingga kini kepolisian belum mengungkap secara rinci barang-barang apa saja yang disita dari unit apartemen tersebut.
Penyidik menegaskan proses penyidikan masih terus berjalan.
Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan untuk mengklarifikasi sejumlah dokumen, aset, maupun dugaan aliran dana yang diduga berkaitan dengan perkara korupsi dan TPPU yang sedang diusut.
Kasus ini menjadi perhatian karena mencakup dugaan penyimpangan dalam sejumlah perkara bernilai besar yang melibatkan sektor energi, investasi, hingga industri baja nasional.
Polisi memastikan seluruh rangkaian penyidikan akan dilakukan secara profesional dan berdasarkan alat bukti yang cukup sebelum menetapkan langkah hukum berikutnya.