Laporan Adhim Mubaroq
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Sebanyak 47 Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai desa di Kabupaten Majalengka ambil bagian dalam Kapolres Cup Festival Anak Desa U9 dan U11 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Turnamen ini menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda berbakat sekaligus mendorong anak-anak aktif berolahraga.
Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi mengatakan seluruh desa di Kabupaten Majalengka mengirimkan tim terbaiknya untuk mengikuti kompetisi tersebut.
"Kini kita melaksanakan Kapolres Cup Festival Anak Desa U9 dan U11 di Kabupaten Majalengka. Seluruh desa mengirimkan timnya, sebanyak 47 SSB yang berada di Kabupaten Majalengka," kata Rita.
Baca juga: Final Liga 4 Piala Presiden 2026, Pesik Kuningan Siap Tampil Maksimal Untuk Kalahkan Pasuruan United
Ia berharap turnamen tersebut mampu melahirkan pemain-pemain muda yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Majalengka hingga tingkat nasional bahkan internasional.
Menurut Rita, para juara tidak hanya memperoleh prestasi di tingkat daerah. Tim yang berhasil meraih peringkat satu hingga empat akan mendapat kesempatan tampil di Liga Nasional.
"Harapan besarnya adalah membawa harum nama Kabupaten Majalengka ke kancah nasional maupun internasional. Karena pemenangnya, dari juara satu sampai empat, akan berangkat ke Liga Nasional," katanya.
Selain sebagai rangkaian Hari Bhayangkara ke-80, turnamen ini juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat di bidang olahraga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gadget.
"Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak agar terlepas dari gadget dan diarahkan ke kegiatan yang positif. Salah satunya melalui olahraga sepak bola, sekaligus mencari bibit unggul terbaik dari Kabupaten Majalengka," ungkapnya.
Baca juga: DLH Cirebon Catat 40 TPS Liar Ekstrem, Sanksi bagi Pembuang Sampah Sembarangan Mulai Dikaji
Rita menambahkan, euforia Piala Dunia juga diharapkan menjadi motivasi bagi anak-anak untuk semakin bersemangat mengembangkan kemampuan di dunia sepak bola.
Ia menegaskan dipilihnya anak-anak desa sebagai sasaran turnamen karena mereka memiliki potensi besar yang perlu difasilitasi melalui kegiatan positif sejak usia dini, sehingga tumbuh menjadi generasi sehat, berprestasi, dan berkarakter.
"Dengan adanya euforia Piala Dunia, kami ingin mendorong anak-anak yang memiliki talenta dan keterampilan di bidang sepak bola agar termotivasi untuk berprestasi dan suatu saat bisa memberikan kebanggaan bagi negara," pungkasnya.