TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kesehatan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, kini dilaporkan dalam kondisi yang tidak lagi kritis dan telah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Kendati demikian, penanganan medis berupa observasi mendalam beserta rangkaian tes klinis masih terus berjalan guna mengidentifikasi pemicu utama dari penurunan kesehatannya tersebut.
Informasi resmi ini dirilis oleh Anita Avianty, perwakilan yang ditunjuk secara resmi oleh pihak keluarga Muhammad Farhan, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Anita menyampaikan apresiasi yang mendalam atas segala perhatian, untaian doa, dan dukungan moril yang terus mengalir dari segenap warga, kerabat, hingga perwakilan media massa.
"Atas nama keluarga, kami menyampaikan terima kasih atas perhatian, doa, dan dukungan dari wargi Bandung, sahabat, serta rekan-rekan media terhadap kondisi Bapak Muhammad Farhan," ujarnya.
Pihak keluarga membagikan laporan dari tim medis yang menyatakan bahwa perkembangan kesehatan Muhammad Farhan saat ini sudah menunjukkan tanda-tanda konstan berkat penanganan yang optimal.
"Alhamdulillah, berdasarkan informasi dari tim dokter, kondisi Bapak Muhammad Farhan saat ini sudah stabil dan dalam penanganan yang baik. Namun demikian, tim dokter masih terus melakukan observasi dan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab pasti dari kondisi yang dialami beliau," katanya.
Kerabat dekat Wali Kota memohon pengertian dari semua pihak untuk memberikan keleluasaan serta ketenangan bagi tim dokter agar dapat menuntaskan seluruh proses diagnosis secara menyeluruh.
Di samping itu, mereka mengharapkan ketulusan doa dari seluruh lapisan masyarakat demi kesembuhan total Muhammad Farhan, agar sang pemimpin daerah bisa segera kembali beraktivitas memimpin Kota Kembang.
"Keluarga juga memohon doa terbaik dari seluruh masyarakat agar Bapak Muhammad Farhan segera diberikan kesembuhan, dipulihkan kesehatannya, dan dapat kembali menjalankan tugas serta beraktivitas seperti sediakala," tutur Anita.
Pihak keluarga berkomitmen untuk selalu memperbarui informasi mengenai perkembangan fisik Muhammad Farhan selaras dengan laporan resmi tim medis. Proses pemantauan berkala dan pengecekan laboratorium pun masih terus berjalan demi menentukan langkah penanganan terapeutik selanjutnya.
Peristiwa ini bermula ketika Farhan secara mendadak harus dievakuasi menggunakan mobil ambulans sesaat setelah menyelesaikan agenda penyambutan tamu di Balai Kota Bandung pada Jumat (10/7/2026) sore.
Ketika dipindahkan dari area dalam kantornya, orang nomor satu di Bandung yang mengenakan busana serbaputih tersebut tampak terkulai di atas ranjang dorong dan langsung dipindahkan ke dalam kendaraan medis dalam keadaan selang infus sudah terpasang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie, membenarkan insiden evakuasi medis yang terjadi pasca-pertemuan kedinasan di Balai Kota tersebut.
"Sedang menerima tamu benar. Jadi Pak Wali sedang menerima tamu, beliau baru mulai kerasa tidak sehat kayaknya begitu," ujarnya saat dihubungi.
Menilik dari kalender kegiatan resmi, Farhan sedianya dijadwalkan menghadiri sidang paripurna DPRD untuk memberikan tanggapan eksekutif atas pandangan umum fraksi terkait Raperda PJP APBD tahun anggaran 2025.
"Jadi beliau tidak hadir di rapat paripurna yang pertama. Beliau tadinya mau hadir di rapat paripurna yang kedua, tapi ternyata ya beliau sakit sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit," kata Henryco.
Selain agenda legislatif di kantor parlemen daerah, Farhan juga melewatkan komitmen untuk hadir sekaligus memberikan pidato pembuka dalam acara Gala Dinner Asia Africa Festival 2026 yang digelar di Plaza Balai Kota Bandung pada pukul 18.00 WIB.
"Untuk kegiatan selanjutnya itu akan didelegasikan kepada perangkat daerah terkait, begitu saja," ucapnya.
Kendati demikian, Henryco mengaku belum bisa membeberkan jenis penyakit atau gangguan medis spesifik yang diderita oleh Farhan. Hingga saat ini, jajaran birokrasi masih menunggu rilis resmi dari otoritas kesehatan yang menangani.