Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI – Nasib pilu dialami seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Sukabumi, Evi Mentari (37). Ibu tiga anak itu kini terbaring koma di sebuah rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi, setelah didiagnosis menderita tumor otak.
Suami korban, Erwin Susman (43), warga Jalan RA Kosasih Gang Mahmud, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, berharap ada bantuan dari pemerintah agar istrinya dapat segera dipulangkan ke Indonesia.
Erwin menuturkan, istrinya berangkat ke Arab Saudi pada akhir November 2022 secara mandiri menggunakan visa ziarah, bukan melalui perusahaan penempatan pekerja migran.
Menurutnya, saat itu Evi memperoleh informasi pekerjaan dari seorang rekan dan mengaku telah ada pihak yang akan menjemputnya setibanya di Arab Saudi.
"Istri bilang sudah ada yang menjemput di bandara di Arab Saudi. Setahu saya mah visanya visa ziarah," ujar Erwin saat ditemui di kediamannya, Jumat (10/7/2026) malam.
Pada awal bekerja, komunikasi Evi dengan keluarga masih berjalan lancar. Namun, permasalahan mulai muncul ketika izin tinggal (Iqamah) tak kunjung diurus oleh majikan.
Selain itu, Evi juga disebut tidak diperbolehkan pulang setelah masa kerjanya selesai. Gaji selama dua hingga tiga bulan pun, kata Erwin, tidak dibayarkan sehingga istrinya memutuskan meninggalkan majikannya.
Selama hampir dua tahun berikutnya, Evi menjalani pekerjaan serabutan untuk bertahan hidup. Kondisinya disebut cukup memprihatinkan karena kerap mengalami kesulitan ekonomi sambil berusaha mengumpulkan biaya untuk pulang ke Indonesia.
Namun pada akhir Mei 2026, kondisi kesehatannya menurun drastis. Tak lama kemudian, Evi jatuh koma dan menjalani perawatan di rumah sakit di Jeddah. Dokter menyatakan ia mengidap tumor otak.
Erwin mengaku hingga kini belum memperoleh penjelasan lengkap mengenai kondisi medis istrinya. Ia bahkan baru mengetahui Evi telah menjalani dua kali operasi setelah tindakan tersebut dilakukan.
"Keluarga pengen tahu kronologis penyakitnya, tapi pihak dari sana enggak menjelaskan ke saya. Tahu-tahunya sudah dioperasi aja dua kali tanpa perizinan," katanya.
Keluarga mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI). Selain itu, sejumlah perwakilan pemerintah daerah juga telah mendatangi kediaman keluarga untuk melakukan pendataan.
Melalui kesempatan tersebut, Erwin memohon bantuan kepada Gubernur Jawa Barat agar memfasilitasi proses pemulangan istrinya ke Indonesia. Menurutnya, ketiga anak mereka sangat merindukan kehadiran sang ibu.
"Mohon bantuannya sama Pak Gubernur agar bisa membantu kepulangan istri saya ke Indonesia dalam keadaan apa pun. Mudah-mudahan bisa berkumpul kembali dengan keluarga karena anak-anaknya sangat membutuhkan ibunya," ucap Erwin.