SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Manajemen Laskar Juaro mempertahankan Mahyadi Panggabean untuk kembali menjadi Asisten Pelatih Sumsel United untuk mengarungi musim kompetisi Pegadaian Championship 2026/27.
Pelatih beristrikan Masayu Fahdalea, wanita asli wong Pasar Kuto Palembang yang dinikahinya 2008 menjadi satu-satunya staf pelatih yang masih dipertahankan.
Sebelumnya juga Mahayadi menjadi Asisten Pelatih Tim Sriwijaya FC. Ia merupakan mantan bek kiri Timnas Indonesia Piala Asia 2007.
Mahyadi Panggabean merupakan pencetak gol ke gawang Singapura di Piala Tiger 2004.
Pria yang akrab disapa coach May memang dikenal masih rajin melakukan latihan bareng tim RSUD Siti Fatimah Azzahra Provinsi Sumsel.
Ia juga mengisi waktunya dengan melatih anak-anak SSB, dan kerap mengikuti undangan fun game futsal.
Mahyadi Panggabean yang sebelum kembali bergabung dengan Sriwijaya FC, merupakan pemain dan merangkap sebagai asisten pelatih tim senior PS Palembang Liga 3 serta menjadi Head Coach Tim U17 Suratin PS Palembang.
Mahyadi Panggabean selama menjadi pemain sepak bola Indonesia bisa berposisi di tengah maupun belakang dan bertinggi badan 175 cm dikenal semenjak bermain untuk klub PSMS Medan dan pernah menjadi pemain timnas U-23 Indonesia pada tahun 2005.
Pada tahun 2010 hingga tahun 2013 ia berseragam jersey Laskar Wong Kito semasa pelatihnya pergantian dari Rahmad Darmawan ke Ivan Kolev.
Dirinya berhasil mempersembahkan gelar Piala Indonesia ke-3 untuk Laskar Wong Kito pada awal bergabungnya yakni pada 2010 lalu.
Putra pasangan Mahadun Panggabean dan Dewana Silitonga ini merupakan jebolan tim sepakbola lokal Persepsi Sibolga dan PSTT Tapanuli yang dibelanya dari level junior hingga senior.
Pesepakbola kelahiran Sibolga (Sumut) 8 Januari 1982. Ketika ada turnamen di Sibolga namanya Turnamen ASAL Cup diikuti kurang lebih ada enam tim besar. Antara lain PSMS, PSDS Deli Serdang, PSPS Pekanbaru, PS Tapanuli, waktu turnamen itu Mahyadi terpilih sebagai pemain terbaik.
Pada tahun 2002, Mahyadi kemudian Hijrah ke Kota Medan dengan memperkuat PSMS Medan yang saat itu sedang dalam performa terbaiknya di kasta tertinggi sepakbola tanah air.
Mahyadi berhasil membawa PSMS Medan sebagai tim papan atas Liga Indonesia musim 2004 hingga 2007.
Ia dikaruniai empat anak, buah kasih pernikahannya dengan Masayu Fahdalea, wanita asli wong Pasar Kuto Palembang yang dinikahinya 2008 saat masih membela PSMS Medan.
Mahyadi yang mengidolakan mantan striker terbaik Timnas Kurniawan Dwi Yulianto.
Performa serta gaya bermainnya yang serba bisa membuat Mahyadi kemudian dipanggil Pelatih Kepala Timnas Indonesia, Ivan Kolev untuk skuad mengarungi Piala Asia 2007.
Lama memperkuat tim daerah asalnya, Mahyadi juga pernah memperkuat Persik Kediri pada tahun 2008 hingga 2010.
Di Persik Kediri, Mahyadi bergabung dengan Cristian Gonzalez, Ronald Fagundez dan sejumlah pemain bintang lainnya yang berhasil finish di empat besar.
Pada tahun 2010, dirinya memutuskan untuk kembali Sumatera menerima pinangan Sriwijaya FC hingga tahun 2013. Waktu itu pelatihnya pergantian dari Pak Rahmad Darmawan ke Ivan Kolev.
Dirinya berhasil mempersembahkan gelar Piala Indonesia ke-3 untuk Laskar Wong Kito pada awal bergabungnya yakni pada 2010 lalu.
Setelah ada konflik sedikit di Sriwijaya FC tahun 2013, terus ia pindah ke Gresik United selama setengah musim. Lalu ke Persela Lamongan. Namun ternyata ada dualisme LPI. Kemudian kembali lagi ke Persik Kediri Liga 2 tahun 2016.
Setelah itu barulah ke Kalteng Putra di sana cuma setahun 2017. Baru 2019 ke tim Liga 3 di Muba. 2021/2022 tergabung di PS Palembang.
Dirinya sempat menjadi pelatih PS Banyuasin untuk persiapan menuju Liga 3 Regional pada tahun 2019 lalu, namun ia harus hengkang karena tim dinyatakan bubar pada akhir tahun 2020.
Ia pun melanjutkan karir kepelatihannya dengan menerima tawaran dari SSB Farmel Hatta pada bulan April 2021 lalu.
Mahyadi yang mengantongi lisensi pelatih C AFC mengakui harus pandai memposisikan diri melakoni tugas doublenya sebagai asisten pelatih dan sebagai pemain juga untuk tim senior PS Palembang.
Presiden Klub Sumsel United H Cik Ujang telah memperkenalkan Mohammad Nasuha sebagai pelatih kepala musim kompetisi Pegadaian Championship 2026/27, dan salah satu asisten pelatihnya Mahyadi Panggabean.
• Legenda Sriwijaya FC Tony Sucipto Balik ke Palembang Perkuat Sumsel United
Mohammad Nasuha menyebutkan bakal memulai persiapan tim Sumsel United pada awal bulan Agustus 2026. Dirinya selain dibantu Mahyadi Panggabean, juga ada tiga pelatih lainnya.
"Insya Allah start persiapan kita di awal bulan Agustus. Kita ada May (Mahyadi Panggabean sebagai asisten pelatih), Ferry Rotinsulu (pelatih kiper), Tony Sucipto (asisten pelatih, dan coach Andar pelatih fisik dari Bogor," ungkap Mohammad Nasuha yang juga sang pahlawan timnas Indonesia Piala AFC 2010.