Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Harga sejumlah jenis ikan laut di Pasar Modern Raden Inten, Bandar Lampung mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: Harga Ayam di Bandar Lampung Naik Menjelang Penerapan HET Pemerintah
Para pedagang mengaku lonjakan harga dipicu berkurangnya pasokan dari nelayan sehingga stok di pasar menjadi terbatas.
Salah seorang pedagang ikan, Marta Nainggolan Sagala (52) mengatakan, hampir seluruh jenis ikan laut mengalami kenaikan harga.
Salah satunya ikan layang yang kini dijual sekitar Rp50.000 per kilogram. Padahal beberapa waktu lalu ia menjual ikan tersebut di angka Rp35.000.
"Biasanya saya beli sekitar Rp35.000 per kilogram, sekarang sudah naik. Kalau dijual di bawah Rp50.000, kami hampir tidak dapat untung," ujar Marta saat ditemui di Pasar Modern Raden Inten, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Marta, kenaikan harga juga terjadi pada cumi-cumi. Jika sebelumnya ia memperoleh pasokan dengan modal harga sekitar Rp70.000 per kilogram, kini harga modal mencapai Rp85.000 per kilogram.
Kondisi tersebut membuat harga jual kepada konsumen ikut meningkat hingga sekitar Rp100.000 per kilogram.
"Cumi-cumi naiknya cukup tinggi. Hampir semua hasil laut mengalami kenaikan, bukan cuma satu jenis ikan saja," katanya.
Keluhan serupa disampaikan pedagang ikan lainnya, Iwan Suhendro (45). Ia mengatakan, harga udang dan cumi-cumi menjadi salah satu komoditas yang mengalami lonjakan paling tajam.
Dalam beberapa hari terakhir, harga beli udang naik dari sekitar Rp56.000 menjadi Rp70.000 per kilogram.
"Kenaikannya cukup tinggi. Selain udang, cumi juga naik. Dulu kami beli sekitar Rp68.000 per kilogram, sekarang sudah mencapai Rp80.000," jelas Iwan.
Selain udang dan cumi, beberapa jenis ikan lain seperti ikan kurisi mengalami kenaikan harga.
Menurut Iwan, ikan kurisi naik sekitar Rp7.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp18.000, sedangkan ikan baung mengalami kenaikan sekitar Rp2.000 per kilogram.
Iwan menilai kenaikan harga terjadi karena pasokan ikan laut dari nelayan berkurang. Akibatnya, sejumlah komoditas bahkan mulai sulit ditemukan di pasar.
"Stok memang sedang kosong. Beberapa jenis ikan seperti cumi, ikan potong, kurisi mulai langka. Kalau barang sedikit, otomatis harga ikut naik," ujarnya.
“Bahkan dari kemarin saya sudah tidak mendapatkan stok cumi, jadi cumi kosong,” tambahnya.
Meski harga jual meningkat, para pedagang mengaku keuntungan yang diperoleh tidak bertambah karena kenaikan harga juga terjadi di tingkat pemasok.
Mereka berharap pasokan ikan laut segera kembali normal agar harga di pasar dapat turun dan daya beli masyarakat kembali meningkat.
(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)