Tiga Pemain Bola Muda Terbaik di Nunukan Ikut Seleksi EPA PSM Makassar, Bawa Harapan Perbatasan
Junisah July 11, 2026 04:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Tiga Pemain Bola muda terbaik asal Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara siap mengukir prestasi di level yang lebih tinggi dengan mengikuti seleksi Elite Pro Academy (EPA) PSM Makassar yang dijadwalkan berlangsung pada 18–19 Juli 2026 mendatang.

Ketiga Pemain Bola tersebut yakni Adam Riand Estanu (U-18), binaan SSB Nunukan Selatan, Rifal (U-20), binaan Kaliber FC, serta Nur Rahmatullah (U-16), binaan Nunukan Football Academy.

Keikutsertaan mereka menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Nunukan terus berkembang dan mampu melahirkan talenta-talenta yang siap bersaing di tingkat nasional.

Pelatih Nunukan Football Academy, Hermansyah Muchlis atau yang akrab disapa Coach Manca, berharap ketiga pemain tersebut mampu menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti seleksi.

Baca juga: Daftar Pemain Tinggalkan PSM Makassar di Super League, Ada Eks Timnas Indonesia

"Semoga ketiga pemain tersebut mendapatkan hasil terbaik dalam proses seleksi. Mereka adalah anak-anak potensial yang kami arahkan untuk mengikuti seleksi EPA Liga 1 PSM Makassar karena jadwal terdekat memang ada di sana," ujar Coach Manca kepada TribunKaltara.com, Sabtu (11/7/2026).

Ia menjelaskan, ketiga pemain tersebut telah berangkat lebih awal melalui jalur laut untuk menyesuaikan jadwal kapal menuju Makassar. 

Keberangkatan mereka juga mendapat bantuan akomodasi dari anggota DPRD Nunukan, Saddam Hussein, serta dukungan dari pengurus SSB masing-masing.

"Memang ada beberapa bantuan akomodasi perjalanan, termasuk dari Saddam Hussein. Selebihnya kami bersama pengurus SSB dan orang tua saling membantu semampunya, baik secara finansial maupun dukungan moral," katanya.

Menurut Coach Manca, seleksi EPA PSM Makassar sebelumnya telah digelar di beberapa zona di Sulawesi Selatan. Makassar menjadi lokasi terakhir pelaksanaan seleksi sehingga pihaknya memilih mengarahkan para pemain ke zona tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah ada satu pemain binaan Nunukan Football Academy yang berhasil lolos seleksi di zona Sidrap dan akan mengikuti tahap seleksi final di Makassar.

Coach Manca mengatakan, idealnya para pemain didampingi orang tua selama mengikuti seleksi. Namun keterbatasan biaya membuat mereka harus berangkat secara mandiri.

Baca juga: Profil dan Biodata Darije Kalezic, Diromorkan jadi Pelatih PSM Makassar di Super League

"Karena kendala finansial, sementara mereka berangkat tanpa pendamping. Ini menjadi inisiatif bersama antara pelatih, orang tua, dan anak-anak sendiri karena mereka punya keinginan besar untuk maju," ujarnya.

Dari sisi kemampuan, Coach Manca menilai ketiga pemain tersebut telah memiliki bekal teknik, taktik, serta kondisi fisik yang cukup baik. Meski demikian, menurutnya faktor mental akan menjadi penentu saat menghadapi persaingan di klub sebesar PSM Makassar.

"Kalau dari kacamata pelatih, mereka memang punya potensi. Teknik dan pemahaman taktikal sudah bagus, fisik juga sudah dipersiapkan. Tinggal mental mereka saat menghadapi persaingan di sana," jelasnya.

Sebagai putra asli Makassar, Coach Manca mengaku telah memberikan gambaran mengenai atmosfer sepak bola di kota tersebut kepada anak-anak didiknya.

"Saya bekali mereka supaya percaya diri, menjaga nama baik orang tua, nama baik Nunukan, dan tetap berjuang. Soal lolos atau tidak, itu kita serahkan kepada Tuhan," katanya.

Selain kemampuan di lapangan, Coach Manca juga menekankan pentingnya lingkungan pergaulan yang positif bagi para pemain muda.

"Circle itu sangat memengaruhi perkembangan pemain. Saya selalu mengingatkan anak-anak agar menjaga lingkungan pergaulan. Sebagai pelatih saya hanya bersama mereka saat latihan, selebihnya mereka harus bisa menjaga diri masing-masing," ujarnya.

Ia berharap ketiga pemain tersebut dapat melangkah hingga tahap akhir seleksi dan bergabung bersama Elite Pro Academy PSM Makassar.

"Kami berharap mereka bisa lolos sampai final dan menjadi bagian dari EPA PSM Makassar," ucapnya.

Dorong Turnamen Usia Dini Kembali Digelar

Lebih lanjut, Coach Manca juga mengajak para pemain muda Nunukan untuk terus konsisten berlatih dan tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita sebagai pesepak bola profesional.

"Tunjukkan bahwa anak-anak Nunukan punya potensi. Yang paling penting adalah konsisten berlatih dan memiliki mental yang kuat," pesannya.

Ia juga berharap Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Nunukan kembali mengagendakan turnamen sepak bola usia dini yang dinilai penting sebagai wadah pembinaan sekaligus mengukur perkembangan para pemain muda.

"Tahun ini belum ada turnamen usia dini. Harapan kami ke depan kegiatan seperti itu bisa kembali direalisasikan agar perkembangan anak-anak Nunukan bisa terus dipantau dan mereka memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan," pungkas Coach Manca.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.