BANGKAPOS.COM -- Setiap tanggal dalam kalender menyimpan berbagai peringatan yang bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu-isu penting, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Beragam momentum tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus ajakan untuk bersama-sama menghadapi berbagai tantangan global.
Pada Sabtu, 11 Juli 2026, terdapat dua peringatan internasional yang menyoroti isu berbeda, yakni World Population Day (Hari Populasi Dunia) dan International Essential Oils Day (Hari Minyak Esensial Internasional).
Baca juga: Prediksi Skor Norwegia vs Inggris, Head To Head & Tanggal Jam Mainnya di 8 Besar Piala Dunia 2026
1. World Population Day (Hari Populasi Dunia)
Hari Populasi Dunia diperingati setiap 11 Juli sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan pertumbuhan penduduk dunia. Peringatan ini mengajak masyarakat memahami bahwa peningkatan jumlah penduduk membawa tantangan besar dalam berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga keberlanjutan lingkungan.
Lahirnya Hari Populasi Dunia tidak terlepas dari peristiwa Five Billion Day pada 11 Juli 1987, yaitu momen ketika jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai lima miliar jiwa.
Perhatian internasional terhadap peristiwa tersebut mendorong Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) menetapkan Hari Populasi Dunia sebagai agenda tahunan pada 1989.
Setahun kemudian, Majelis Umum PBB melalui Resolusi 45/216 secara resmi mendukung peringatannya setiap 11 Juli.
Setiap tahunnya, kampanye Hari Populasi Dunia menyoroti pentingnya pembangunan yang sejalan dengan pertumbuhan penduduk.
Isu yang sering diangkat meliputi perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, akses pendidikan, serta perlindungan hak asasi manusia.
Selain itu, peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa meningkatnya populasi berpengaruh terhadap kebutuhan pangan, air bersih, energi, penggunaan sumber daya alam, hingga tantangan perubahan iklim.
Karena itu, kerja sama antara pemerintah, organisasi internasional, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
2. International Essential Oils Day (Hari Minyak Esensial Internasional)
Selain Hari Populasi Dunia, setiap 11 Juli juga diperingati sebagai Hari Minyak Esensial Internasional atau International Essential Oils Day (IEOD). Peringatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai minyak esensial, mulai dari proses pembuatannya hingga pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
IEOD pertama kali diperkenalkan pada 2018 oleh Jared Turner, Presiden sekaligus Chief Operating Officer Young Living. Tanggal 11 Juli dipilih karena bertepatan dengan hari lahir D. Gary Young, pendiri perusahaan tersebut yang dikenal sebagai salah satu tokoh dalam pengembangan minyak esensial.
Seiring berjalannya waktu, Hari Minyak Esensial Internasional berkembang menjadi ajang edukasi mengenai penggunaan minyak esensial secara bertanggung jawab.
Berbagai komunitas memanfaatkan momentum ini untuk berbagi informasi mengenai manfaat minyak esensial dalam aromaterapi, perawatan diri, maupun produk kesehatan, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan penggunaannya.
Minyak esensial sendiri merupakan ekstrak alami yang diperoleh dari berbagai bagian tumbuhan, seperti bunga, daun, batang, akar, kulit kayu, maupun kulit buah.
Proses pembuatannya umumnya dilakukan melalui penyulingan uap atau pengepresan, khususnya pada tanaman dari kelompok jeruk.
Penggunaan tanaman aromatik sebenarnya telah dikenal sejak ribuan tahun silam dalam berbagai peradaban sebagai bahan pengobatan tradisional, kosmetik, hingga keperluan keagamaan.
Kini, pemanfaatannya semakin luas dengan tetap menekankan pentingnya praktik budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Peringatan ini juga menjadi kesempatan bagi komunitas pecinta minyak esensial di berbagai negara untuk menyebarkan edukasi melalui seminar, pelatihan, maupun kampanye di media sosial, termasuk penggunaan tagar #IEOD.
(Bangkapos.com/Tribunnews)